-->

Diklat PWI Bonapasogit Bahas Pemanfaatan Teknologi AI, Ini Pesan Sekda Taput

Sebarkan:

 

Sekda Taput Henry Maraden Masista Sitompul menghadiri Diklat PWI Bonapasogit di Hotel Libra SS Muara. (Foto: mol/Alfredo Sihombing)

TAPUT | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara (Taput) menghadiri pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bonapasogit untuk peningkatan mutu jurnalistik pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dan ChatGPT.

Kegiatan tersebut diikuti seluruh anggota PWI Bonapasogit meliputi empat wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Toba, Taput, Humbang Hasundutan (Humbahas), dan Samosir di Aula Hotel Libra SS Kecamatan Muara, 9 hingga 10 Mei 2026.

Kegiatan diklat PWI Bonapasogit juga menjadi wadah mempererat sinergi antara pemerintah daerah, insan pers, serta berbagai elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Taput.

Selain sesi pelatihan, kegiatan tersebut turut diisi dengan diskusi dan pembekalan mengenai etika jurnalistik, tantangan media di era digital, serta pentingnya menjaga independensi pers.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Taput Henry Maraden Masista Sitompul menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya diklat yang dinilai sangat penting untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Menurutnya, peran media sangat strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif kepada masyarakat. Karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik perlu terus dilakukan melalui pelatihan dan pendidikan.

“Saya berharap kegiatan ini dapat melahirkan wartawan yang profesional, berintegritas, dan mampu menyajikan informasi yang membangun bagi masyarakat,” ujar  Henry.

Sementara itu, Ketua PWI Bonapasogit Alfonso Situmorang  menyampaikan, perkembangan teknologi digital saat ini menuntut insan pers untuk terus meningkatkan kualitas dan kemampuan dalam menjalankan tugas jurnalistik. 

Kehadiran teknologi Artificial Intelligence dan ChatGPT harus dipandang sebagai peluang untuk mendukung kerja wartawan agar lebih cepat, efektif, dan profesional dalam menyajikan informasi kepada masyarakat.

“Teknologi AI bukan untuk menggantikan wartawan, tetapi menjadi alat bantu dalam meningkatkan kualitas pemberitaan, pengolahan data, serta pengembangan informasi yang lebih kreatif dan edukatif,” ujar Alfonso.

Ia menambahkan, berharap kegiatan diklat tersebut dapat menjadi wadah peningkatan sumber daya manusia bagi para jurnalis di wilayah Bonapasogit, khususnya dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung promosi potensi daerah, termasuk sektor pariwisata Pulau Sibandang di Kecamatan Muara.

Sebagai narasumber Dr Adli Abdilah Nababan SKom MKom dari Kampus Binus memaparkan materi tentang pemanfaatan Artificial Intelligence dan ChatGPT dunia jurnalistik modern. 

Ia menyampaikan AI dapat membantu wartawan dalam proses pencarian data, penyusunan ide tulisan, pengolahan informasi, hingga pembuatan konten digital yang lebih menarik dan efisien.

Dilanjutkan dengan narasumber Sasma Situmorang, materi terkait perkembangan media digital dan tantangan dunia pers di era transformasi teknologi saat ini. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan praktik langsung penggunaan AI dan ChatGPT dalam mendukung aktivitas jurnalistik sehari-hari.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekda Taput Henry Maraden Masista Sitompul, Wakapolres Taput Kompol Wirhan Arif SH SIK MH, Kasdim 0210/TU Mayor Arh AS Butarbutar SH MH, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tarutung Simon Ginting SH, Kepala Dinas Kominfo Taput Donna Situmeang, Kepala Dinas Pariwisata Betty Sitorus, Camat Muara, Kasat Intel Polres Taput AKP Daniel Marbun, serta seluruh anggota PWI Bonapasogit. (as/as)


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini