-->

Dicueki Pemkab, Warga Perbaiki Sendiri Jalan Berlubang di Pangkalan Susu

Sebarkan:

 

Terlihat beberapa keranjang kol yang diikat dengan tali plastik sebagai pengaman agar coran semen di badan jalan yang baru dikerjakan tidak dilindas mobil. (Foto mol/ Lesman Simamora)



LANGKAT | Sudah menahun jalan rusak di "kota minyak" Pangkalan Susu, namun sejauh ini belum ada perbaikan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Langkat.

"Jalan Tambang Minyak yang merupakan jalan kabupaten di Kota Pangkalan Susu yang panjangnya hanya berkisar satu kilometer itu, susah cukup lama dalam kondisi memperihatinkan," ujar, Herman,56, warga Kelurahan Bukit Jengkol, Kecamatan Pangkalan Susu kepada kru Metro Online, Kamis (7/5/2026).

Karena belum ada perhatian pemerintah memperbaiki badan jalan yang rusak, beberapa warga terpaksa memperbaiki jalan yang berlubang-lubang di depan Rumah Toko (Ruko) milik mereka, ucap warga itu.

Warga yang tak ingin melihat jalan rusak di depan Ruko miliknya, tepatnya di Jalan Tambang Minyak Pangkalan Susu, pemilik Ruko terpaksa memperbaiki sendiri jalan tersebut, ungkapnya.

Beberapa warga di Jalan Tambang Minyak itu, ada yang menimbun jalan berlubang-lubang itu dengan galian tanah, ada pula yang menimbun dengan adukan semen (cor beton).

Jalan rusak diwarnai lubang yang tergenang air ketika musim hujan, dan banyak mengeluarkan debu saat kemarau, itu sudah menjadi pemandangan sehari hari bagi warga yang tinggal di daerah itu, termasuk warga yang melintas.

Selain itu, kata dia, pemilik Ruko, bukan saja merasa terganggu, akibat jalan berlubang-lubang, mereka merasa tidak nyaman keluar masuk rukonya, tapi juga merusak pemandangan, terangnya.

Lihat itu pak (kru Metro Online-red), warga terpaksa memasang tali dan diikat ke keranjang kol, layaknya seperti pembatas jalan agar warga yang melintas mengenderai mobil atau sepedamotor tidak melindas coran yang menutup lubang jalan, katanya.

Melihat jalan rusak, dan sudah cukup lama, ia mengaku kesal dan kecewa melihat kinerja Pemerintah Kabupaten Langkat, bagaimana tidak, kata dia, warga khususnya pemilik Ruko, itu kan bayar pajak, tapi mereka terpaksa memperbaiki jalan rusak memakai uang sendiri.

"Rakyat diwajibkan bayar pajak, tepat waktu lagi, tapi herannya, kenapa pemerintah tidak merasa wajib, tepat waktu memperbaiki infrastruktur jalan rusak," ujarnya dengan nada tanya.

Herman berharap agar pemerintah serius menyikapi jalan rusak di inti kota Jalan Tambang Minyak yang panjangnya hanya lebih kurang 1 kilometer sehingga warga nyaman saat melintasi jalan tersebut, tutupnya.(lesman simamora/mp)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini