Kondisi pembangunan parit beton di lingkungan kampung Tengah yang sangat dipaksakan meskipun ada penghalang batang pohon kelapa (Poto:mol/haloho/mp/Selasa 5/5/2026)
LANGKAT | Pengerjaaan proyek pembuatan parit beton di Simpang pakis Lingkungan Karya dengan ukuran 0.6 meter dikali 200 meter dengan besaran anggaran 75.000.000 serta di lingkungan kampung tengah dengan ukuran 0.6 meter dikali 121 meter kelurahan Tangkahan durian, Kecamatan Berandan barat, Kabupaten Langkat dengan anggaran dana sebesar 75.000.000.
Dana pengerjaan proyek parit beton tersebut bersumber dari Dana Kelurahan (DK) tahun anggaran 2025 disebut terlalu dipaksakan oleh lurah Tangkahan durian diduga demi raup keuntungan besar, demikian dikatakan Muklis salah seorang warga Selasa (5/5/2026).
Saat akan dilakukan pembangunan parit beton oleh pihak pemerintahan kelurahan warga setempat banyak yang komplain agar pembangunan jangan dipaksakan, namun pihak pemerintahan kelurahan tangkahan durian tetap memaksakan kehendak untuk membuat parit beton.
Imbas daripada pemaksaan pembuatan parit beton tersebut masyarakat sekitar kerap mendapat air banjir jika musim penghujan, dikarenakan ketinggian permukaan parit beton tersebut terlihat lebih rendah kepemukiman masyarakat.
Selain itu kata Muklis, sudah jelas ada beberapa pohon kelapa yang tumbang diarea bangunan parit beton tersebut namun batang pohon kelapa tersebut tidak dipotong dan digeser agar tidak menjadi penghalang air saat musim hujan.
Kami masyarakat lingkungan kampung Tengah sangat keberatan atas adanya pembuatan parit beton yang tidak ada manfaat nya kepada masyarakat, malah masyarakat makin sering kebanjiran akibat parit beton membuaang air ke pemukiman masyarakat. Ucap Muklis.
Kondisi pembangunan parit beton yang terkesan dipaksakan meskipun lantai kerja parit beton tersebut lebih rendah ke pemukiman masyarakat dan tidak ada manfaat nya bagi masyarakat. (Poto : mol/Haloho/mp Selasa 5/5/2026)
"Yang jelas kata warga, jika proyek ini tidak memberi keuntungan yang besar kepada oknum Lurah Tangkahan durian tidak akan mungkin pengerjaan nya dipaksakan sementara warga banyak yang komplain".
Anto salah seorang warga Tangkahan durian mengatakan "jika hanya membangun parit beton seperti ini tidak lah memakan biaya banyak, paling banyak memakan biaya 25 juta sudah termasuk upah kerja.
Ironisnya kata Anto, pengerjaan parit beton di Simpang pakis ukuran lebih panjang daripada parit beton di kampung Tengah, namun anggaran nya bisa sama sama 75.000.000, ini hitungan apa namanya.
Ini anggaran jelas telah dilebih lebihkan agar banyak sisa anggaran untuk dinikmati oknum Lurah Tangkahan durian beserta anggota nya, ucap Anto sembari menduga kalau anggaran pembuatan parit beton tersebut di mark'up.
Terpisah, Lurah Tangkahan Durian Sri Ernawati dikonfirmasi dikantor kerjanya "saya sudah kerjakan sesuai RAB, dan yang buat RAB itu si Ginting orang PU, ucap Lurah Tangkahan durian singkat sembari mengatakan "pelajaranlah yang seperti ini".(haloho/mp/mp)


