DELISERDANG | Seorang rekanan (pemborong) Dharma Syahputra Purba alias Dedek Purba mengaku merasa "ditipu" setelah mengirim sejumlah uang rupiah kepada seorang oknum Kabid Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfostan) Deliserdang berinisial PT.
Foto : Kantor Dinas Kominfostan Kabupaten Deliserdang
Proyek yang dijanjikan tersebut hingga kini disebut tidak pernah terealisasi. Bahkan setelah dihubungi Kabid PT tersebut tidak merespon. Sehingga Dharma Syahputra Purba berharap agar Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan mencopot Kabid tersebut karena telah menyalahgunakan kewenangannya dan memalukan Pemkab Deliserdang.
"Jadi itu ada kegiatan (pekerjaan) masang-masang, cetak spanduk di Dinas Kominfostan yang biasa dikerjakan oleh anggota kita yang selama ini sebelum dia yang menjabat Kabid dibidang tersebut tidak ada permintaan uang, namun setelah dia diangkat menjadi Kabid ambil uang dengan janji kerjaan tersebut dilanjutkan oleh anggota saya, tidak dialihkan ke orang lain," kata Dharma Syahputra Purba, kepada wartawan Rabu (29/4/2026).
Dedek Purba menceritakan, awalnya ia menolak permintaan uang yang dilakukan Kabid PT tersebut karena sebelumnya kegiatan kegiatan tidak ada memberikan uang, namun karena berbagai pertimbangan dan pihaknya memerlukan pekerjaan tersebut sehingga terpaksa mengirimkan uang tersebut melalui dana anggotanya.
"Setelah ditranfer ke rekening dana dia, kerjaannya sama orang lain, sehingga kami kecewa," ungkapnya.
![]() |
| Foto : Dedek Purba Saat Memberikan Keterangan Pers( MOL/GN) |
"Ya kita berharap Bupati mengevaluasinya dengan menindaknya. Kami yakin dengan ketegasan Bapak Bupati Deliserdang dimana pejabat ketika ada menaikan harga sewaktu pasar murah sebesar bersubsidi kalau gak salah Rp 2.500 saja langsung dicopot, ini kita tunggu juga sikap tegas bapak Bupati. Supaya tidak ada lagi pejabat dilingkungan Pemkab Deliserdang yang seperti itu," ungkapnya.
Sementara itu terpisah ketika dikonfirmasi Kabid Informasi dan Komunikasi Publik inisial PT terkait dirinya meminta uang dengan janji pengerjaan proyek hingga merugikan pemborong jutaan rupiah belum memberikan klarifikasi saat dikonfirmasi via seluler.
Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfostan) Sandra Dewi Situmorang ketika coba dikonfirmasi apakah permintaan uang pelicin untuk dapat proyek pembuatan spanduk dan pemasangan yang dilakukan anggotanya menyebutkan akan menanyakan dulu pada PT.
" Iya, saya tanyakan dulu sama yang bersangkutan,"ucap Kadis Kominfostan.
Namun hingga Kamis pagi, tanggapan dan respon apa dari hasil yang ditanyakan Sandra pada Anggotanya itu tak kunjung ada, menunjukkan kalau peristiwa itu benar terjadi hingga enggan membantahnya.( GN).

