-->

‎Ratusan Rumah Rusak Diterjang Banjir di Taput

Sebarkan:

 ‎

Bupati Taput Jonius Taripar Hutabarat tinjau banjir dan longsor di Kecamatan Simangumban, Kamis (23/4/2026).(Foto: Alfredo Sihombing/mol)
TAPUT | Ratusan rumah di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) setelah banjir dan tanah longsor menerpa pemukiman dan pertanian ‎di Desa Aek Nabara, Desa Simangumban Julu, serta Desa Dolok Sanggul, Kecamatan Simangumban.

‎Bencana hidrometeorologi ini terjadi akibat intensitas hujan yang sangat tinggi sekira pukul 18.30 WIB, Rabu (22/4/2026).

‎Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari Camat Simangumban Rini Sinaga, tercatat 196 rumah warga terdampak, dengan Rincian meliputi Empat unit rumah hanyut terbawa arus, 18 unit rumah rusak berat, sementara sisanya mengalami rusak ringan hingga sedang. 

"Banjir juga berdampak ke fasilitas umum satu unit jembatan terbawa arus sungai dan satu unit Mushola rusak berat, selain infrastruktur, sektor pertanian juga terdampak signifikan dengan gagal panen lahan padi seluas kurang lebih 20 hektar yang rata-rata telah memasuki usia 70 hinggga 80 hari setelah tanam," ungkap Rini, Kamis (23/4/2026).

‎Mengetahui hal itu, di lokasi bencana Bupati Taput Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menginstruksikan seluruh jajaran perangkat daerah untuk bekerja kolaboratif dengan semangat gotong-royong.

‎"Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Taput hadir di tengah masyarakat, saya memerintahkan seluruh dinas terkait dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bekerja cepat menanggulangi dampak bencana ini, fokus utama adalah pemulihan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan normal sesegera mungkin," tegas Jonius.

‎Sebagai bentuk penanganan awal, Jonius menyerahkan bantuan stimulan berupa uang tunai kepada warga terdampak guna membantu proses pembersihan rumah. 

Bantuan awal tersebut diberikan sebesar Rp500 ribu untuk kategori rumah rusak berat dan Rp300 ribu untuk kategori rusak sedang maupun ringan, bantuan lanjutan direncanakan akan menyusul setelah proses pendataan selesai.

‎Di sisi lain, pemenuhan kebutuhan dasar juga menjadi prioritas, Dinas Sosial (Dinsos l) telah menyalurkan bantuan sembako dan mendirikan dapur umum untuk mendukung kegiatan gotong royong warga. 

Terkait kebutuhan air bersih, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Mual Natio telah dikerahkan untuk menyuplai air bagi warga.

Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum (PU) segera melakukan perbaikan pada fasilitas infrastruktur air bersih yang rusak, kolaborasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) dan pihak Adhi Construction juga dilakukan untuk mempercepat penanganan jalan yang rusak dan pembangunan tembok penahan tanah (TPT).

‎Bupati juga menekankan pentingnya validasi data yang akurat agar koordinasi bantuan dengan Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat dapat berjalan efektif.

‎"Segera lakukan validasi data secara akurat, data yang valid menjadi kunci agar bantuan dari pemerintah pusat dapat segera di akses dan salurkan, mari bersama berdoa agar tidak ada lagi bencana susulan dan semua proses pemulihan berjalan lancar," ujar Jonius.

‎Hingga berita ini diturunkan, dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, tim gabungan dari berbagai instansi masih terus bersiaga di lokasi untuk melakukan pembersihan material longsor dan pemulihan area terdampak banjir. (as/as)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini