-->

Gawat, Rehal Kuburan Dimakan "Rayap Besi"

Sebarkan:

Rehal kuburan di Gang Wakaf, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli dirusak dan besinya diambil rayap besi. (mol/rustam).

MEDAN | Puluhan rehal kuburan di tempat pemakaman umum (TPU) Gang Wakaf, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli dirusak dan besinya diambil, Rabu (22/4/2026).

Ulah pelaku yang umumnya di Medan disebut rayap besi itu adalah pengguna narkoba yang mulai mengalami gangguan jiwa.

Namun perbuatannya meresahkan dan keluarga pemilik kuburan berharap agar pemerintah beserta polisi segera mengungkap pelakunya.
Rehal kuburan di Gang Wakaf, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli dirusak dan besinya diambil rayap besi. (mol/rustam).
"Besi dari rehal kuburan ini diambil dan dijual pelaku kepada pemulung dengan hara sekitar lima ribu rupiah perkilo serta uangnya digunakan untuk beli sabu," jelas Usman, warga Tanjung Mulia Hilir.

Diperkirakan rayap besi itu beraksi pada malam hari atau disaat lokasi kuburan sedang sepi.

"Sudah parah kerusakan anak bangsa ini akibat narkoba. Besi kuburan diambil tanpa ada rasa khawatir," kata Faisal Haris tokoh pemuda Medan Deli.

Camat Medan Deli Aidil Putra membenarkan kejadian itu dan pelaku sudah ditangkap serta diserahkan kepada petugas Polsek Medan Labuhan.

"Pelaku adalah warga sekitar yang sudah berulangkali diingatkan. Namun tetap berulah karena ketergantungan terhadap sabu dan sudah mulai mengalami gangguan," katanya.

Ditambahkan, hingga saat TPU yang digunakan warga Kelurahan Tanjung Mulia dan Tanjung Mulia Hilir itu belum memiliki pengurus yang bertugas untuk merawat dan menjaganya.

"Dalam waktu dekat kita bentuk pengurus agar kuburan itu ada yang jaga," jelasnya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan Iptu Hamzar Nodi mengaku belum ada menerima penyerahan pelaku pengrusakan kuburan dimaksud.

"Hingga hari ini belum diserahkan dan kami masih menunggu," ucapnya.

Informasi yang beredar, pelaku tidak jadi diserahkan ke polisi lantaran sudah ada perdamaian antar warga. Namun belum diketahui siapa para pihak dari perdamaian tersebut. 

Sehingga besar kemungkin pengrusakan kuburan akan terulang mengingat pelaku masih berkeliaran. (RE Maha/REM).







Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini