![]() |
| Foto: Korban WAF dalam Upaya Pertolongan di Rumah Sakit. Insert: Saat Dilarikan ke Rumah Sakit (mol/humas) |
Kapolsek Siantar Martoba AKP Martua Manik SH MH, Jumat (24/4/2026) siang memaparkan kronologi kejadian sesuai hasil cek dan olah TKP, berawal korban bersama adik kandungnya keluar dari rumah hendak mandi ke sungai Parbebsi.
Setiba di lokasi korban langsung turun ke sungai yang memiliki kedalaman sekitar 2.5 meter untuk mandi sedang adiknya menunggu di tepian.
Melihat korban kepayahan dan tenggelam. adiknya menangis meminta tolong kepada saksi Ramli Sianipar dan teman-temannya yang sedang duduk-duduk diperladangan dekat sungai.
Mengetahui kejadian, saksi bersama teman-temannya spontan berlari ke sungai untuk menolong. Begitu muncul dipermukaan air korban langsung diangkat, namun sudah tidak sadarkan diri.
Menerima laporan masyarakat, personil piket Polseķ Siantar Martoba dipimpin Pawas Iptu Ritca Siahaan bersama Kanit Reskrim Ipda Juhandya Malau SH bergerak cepat ke TKP dan melarikan korban ke Puskesmas Gurilla diikuti ibu kandungnya E, 26, yang telah tiba di TKP.
Melihat kondisi korban, tim medis di Puskesmas menyarankan agar membawa korban ke rumah sakit terdekat menggunakan mobil BPBD Kota Pematangsiantar
Namun naas, setelah diperiksa, dokter jaga rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia. Sekira pukul 14.00 WIB pihak berwenang menyerahkan jenazah korban kepada orang tuanya untuk disemayamkan di rumah duka dalam proses pemakaman.
"Jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa pulang ke rumah duka. Orangtua korban sudah membuat surat pernyataan tidak dilakukan autopsi," ungkap Kapolsek
Dikesempatan ini AKP Martua Manik mengimbau masyarakat terlebih para orangtua yang memiliki anak kecil agar jangan lalai. Tetap waspada serta memberi perhatian maupun pengawasan dengan ketat.
"Peristiwa ini diharapkan dapat menjadi pelajaran dan cermin agar kejadian serupa tidak terulang kedepannya," imbau Kapolsek AKP Martua Manik dengan nada prihatin (bay/bay)

