LANGKAT | Line pipa distribusi gas dasar laut Pertamina EP Pangkalan Susu Field, tepatnya di kawasan perairan Kelurahan Bukit Jengkol mengalami kebocoran.
Informasi yang diterima wartawan, termasuk Metro Online, dari salah seorang anak buah kapal (ABK) menyebutkan, kebocoran pipa gas bawah tanah itu sudah berlangsung cukup lama.
Akibat kebocoran line piga gas itu, bukan tidak mungkin perusahaan "plat merah" itu akan mengalami kerugian, juga berpotensi merusak lingkungan.
Selain itu, nelayan tradisional yang sehari-harinya menangkap ikan di sekitar perairan itu juga merasa khawatir akan keberadaan gas yang keluar hingga bergelombang di atas permukaan air laut, ucapnya seraya meminta namanya tidak ditulis.
Meskipun gas yang keluar tidak mengandung racun, tapi bau gas menyengat hidung relatif jauh di sekitar perairan line pipa gas yang bocor, ujarnya.
Untuk penanganan gas yang keluar, diminta kepada pihak bersangkutan segera menghentikan kebocoran line pipa gas sehingga diharapkan tidak ada dampak sosial maupun kerusakan lingkungan, terangnya.
Setelah mendapat kabar kebocoran gas dan ingin tahu kebenarannya, Eri Alfianto dari LSM Reclasseering Langkat bagian investigasi, coba melakukan penyelusuran langsung ke lokasi dengan menumpang perahu bermotor, Kamis (23/4/2026).
Selain melakukan pantauan, Eri alfianto dan beberapa temannya juga mengabadikan foto serta merekam video gelombang gas yang berada di atas permukaan air laut itu.
PT Pertamina EP Pangkalan Susu Field, selaku pelaksana lapangan, kata dia, mereka harus segera menuntaskan perbaikan line pipa gas yang bocor, dan memastikan keamanan kru kapal termasuk para nelayan tradisional yang melaut di daerah itu.
Gas tersebut diketahui bersumber dari Line Pipa Pulau Panjang (PPJ) disalurkan melalui line pipa dasar laut ke Main Getring Station (MGS), ujar Eri kepada kru Metro Online, Jumat (24/4/2026) malam di Pangkalan Susu.
Selain informasi didapat dari kru kapal, seorang nelayan berinisial W, juga menuturkan, kebocoran pipa gas itu sudah berlangsung cukup lama, namun dia tidak mengetahui kenapa pihak Pertamina tidak segera menutup kebocoran pipa.
Lebih lanjut nelayan tradisional itu mengatakan, awalnya, semburan gas di atas permukaan air terlihat kecil keluarnya, tapi bertambah hari, gas yang keluar tambah besar. "Penyebab line pipa gas bocor itu mungkin karena jalur pipa sudah termakan usia alias korosif," ucap nelayan tradisional itu.
Nelayan itu juga mengaku khawatir dengan keadaan gas di atas permukaan air laut itu, sebab gas yang keluar dari line pipa itu relatif dekat dengan Kapal Elpiji yang lagi bongkar gas ke Depot LPG Pangkalan Susu.
Humas Pertamina EP Pangkalan Susu Field, Wahyu, dikonfirmasi wartawan, Jumat (24/4/2026) sekitar pukul 14:00 Wib mengatakan, pihaknya sudah melakukan tindakan cepat guna menghentikan gas bocor.
"Karena hari sudah sore, maka besok, Sabtu (25/4/2026), pihaknya kembali melanjutkan perbaikan line pipa gas hingga menuntaskan titik kebocoran. Penanganan dilakukan sesuai SOP (Standar Operasional prosedure) kerena menyangkut keselamatan masyarakat," katanya.
"Terimakasih bang atas atensinya (wartawan dan LSM-red) terhadap wilayah kerja kami, dan tim Humas langsung turun ke TKP melakukan pantauan/deteksi dini potensi gangguan di sekitar lokasi line pipa gas tersebut," tutupnya.(lesman simamora/mp)

