-->

Ketua Komisi E DPRD Sumut, Desak Instansi Terkait Selidiki Kebakaran KM Sumber Indah

Sebarkan:

Ketua Komisi E DPRD Sumut Drs. H. Muhammad Subandi, ST, MM. (mol/Instagram/Subandi).

MEDAN | Ketua Komisi E DPRD Sumut Drs. H. Muhammad Subandi, ST, MM mendesak semua instansi terkait untuk menyelidiki kasus kebakaran KM Sumber Indah, GT 140.

"Hal ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Jangan satu orang mati di Jakarta kita sibuk. Sedangkan tiga mati dan lima orang hilang disini, kita tenang saja," katanya, Rabu (8/4/2026).

Selain itu, perusahaan atau pemilik kapal yang mempekerjakan nelayan itu harus bertanggung jawab agar hak para korban terpenuhi semua dengan UU Ketenagakerjaan.

"Jangan kita biarkan nelayan itu mati katak karena mereka manusia juga," tegas polisi partai Gerindra, tersebut.

Berita sebelumnya, petugas Dirpolairud Poldasu terus mendalami penyebab terbakarnya KM Sumber Indah yang menewaskan tiga ABK dan lima masih dalam pencarian.

Namun upaya itu sedikit terkendala karena para korban yang selamat masih kembali ke keluarga masing-masing. 

Sedangkan bangkai kapal KM Indah Sakti dalam proses pergeseran dari tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran menuju dermaga di Belawan.

Hal itu dikatakan Kasubdit Gakkum Dirpolairud Poldasu AKBP Hendri Barus saat dihubungi melalui telepon, Selasa (7/4/2026).

"Kami sementara, masih menunggu dari para korban yang selamat untuk diambil keterangan guna menggali informasi," katanya.

Satu unit kapal nelayan penangkap teri KM Sumber Indah terbakar di sekitar perairan Belawan, Selasa (7/4/2026).

Sebanyak tiga nelayan dinyatakan meninggal dalam peristiwa itu dan 13 orang selamat serta lima masih dalam pencarian.

Keterangan dari kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (PPSB) menyebutkan, kebakaran itu dipicu dari ledakan pada mesin kapal saat para anak buah kapal (ABK) beristirahat.

KM Sumber Indah bersama 20 krunya bertolak dari dermaga gudang Pekong di kawasan PPSB, Senin (6/4/2026) sore untuk menangkap ikan teri di laut. Tiba di lokasi, ABK menurunkan pukat dan melakukan aktivitas penangkapan seperti biasa.

Beberapa jam kemudian, saat seluruh ABK beristirahat, terjadi ledakan keras dari dalam kamar mesin yang mengakibatkan terjadinya kebakaran yang menghanguskan kapal tersebut.

Mengetahui kejadian itu, kapal nelayan yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian memberikan pertolongan. Sebanyak 13 nelayan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara tiga korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan lima lainnya masih dinyatakan hilang.

Setelah proses evakuasi selesai, KM Mandiri membawa semua korban yang selamat daneninggal ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di PPS Belawan dan sandar sekitar pukul 08.00 WIB.

Belum ada keterangan dari pihak terkait mengenai penyebab kebakaran kapal nelayan itu dan pencarian terhadap lima nelayan yang hilang masih dilakukan. (RE Maha/REM).

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini