![]() |
| Kepala Perwakilan BKKBN Sumut Fatmawati foto bersama Dinas P2KBP3A Serdangbedagai dan relawan SPPG, Jumat (17/4/2026).(mol/RG) |
Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Serdangbedagai, Nur Hasanah Ritonga, menyampaikan hal tersebut saat kunjungan tim BKKBN Sumatera Utara bersama Dinas P2KBP3A Serdangbedagai ke dapur SPPG Pantai Cermin Kanan, Kecamatan Pantai Cermin, Rabu (15/4/2026).
Ia menjelaskan, puluhan ribu penerima manfaat tersebut berasal dari 63 dapur SPPG yang telah beroperasi di Sergai, dengan rincian sekitar 17.000 balita, 3.800 ibu menyusui, dan 2.700 ibu hamil.
Kunjungan tersebut dipimpin Kepala Perwakilan BKKBN Sumut Fatmawati, dalam rangka meninjau langsung pelaksanaan program sekaligus melihat kesiapan sarana dan prasarana di lokasi
“Kami ingin memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai tata laksana serta didukung fasilitas yang memadai,” ujarnya.
Fatmawati menegaskan, program MBG bagi kelompok 3B menjadi langkah penting dalam menekan angka stunting, mengingat pemenuhan gizi sejak masa kehamilan sangat menentukan tumbuh kembang anak.
Menurutnya, pengawasan distribusi asupan gizi perlu dilakukan sejak awal hingga anak berusia dua tahun, bahkan hingga lima tahun.
Sementara itu, Kepala Dinas P2KBP3A Serdangbedagai dr Helmi Nur Iskandar, menyebutkan saat ini terdapat 63 SPPG yang beroperasi di 17 kecamatan di Serdangbedagai.
“Penanganan stunting terus berjalan dan sebagian penerima manfaat sudah menunjukkan peningkatan berat dan tinggi badan,” katanya.
Ia berharap program MBG dapat menjangkau seluruh sasaran kelompok 3B di Serdangbedagai melalui koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan pihak SPPG.
Terpisah, Kepala Dapur SPPG Kota Galuh 2 Kecamatan Perbaungan Nadia Pratiwi melalui ahli gizi Elvon, Jumat (17/4/2026), menyampaikan jumlah penerima manfaat di wilayahnya terdiri dari 419 balita serta 117 ibu hamil dan ibu menyusui, dengan data bersumber dari Kelurahan Tualang.
Distribusi dilakukan dalam dua bentuk, yakni makanan basah yang disalurkan setiap Senin dan Kamis serta makanan kering yang dijadwalkan Selasa hingga Sabtu namun dirapel pada hari Senin dan Kamis.
Dalam pelaksanaannya, ujar Elvon, distribusi melibatkan tenaga kader, baik yang mengantarkan langsung ke rumah penerima manfaat maupun melayani warga yang datang menjemput bantuan.(HR/HR)

