![]() |
| Kades Aekhorsik, Fidelis Timbunan saat menurunkan Alat Berat untuk Normalisasi Dusun III Pasca Banjir (25/11/2025) lalu atau sebelum banjir susulan.(Foto: Yasmend/mol) |
TAPTENG | Menindaklanjuti pemberitaan terkait keluhan warga Dusun III Desa Aekhorsik, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kepala Desa Aekhorsik, Fidelis Tinambunan, akhirnya memberikan klarifikasi resmi pada Senin sore (2/3/2026).
Fidelis menjelaskan bahwa sejak banjir pertama pada 25 November 2025, wilayah tersebut telah beberapa kali dilanda banjir susulan, sehingga proses pemulihan berjalan tidak maksimal.
“Situasi yang kami hadapi tidak sederhana. Sejak 25 November 2025 hingga saat ini, banjir datang berulang kali, sehingga dampaknya terus berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah desa telah berupaya melakukan penanganan darurat dengan mendatangkan alat berat untuk membersihkan material lumpur yang menutup akses menuju pemukiman warga Dusun III. Namun, upaya tersebut kembali terhambat akibat banjir susulan.
“Alat berat sudah kami turunkan beberapa hari untuk membersihkan akses jalan. Namun, banjir kembali datang dan area tersebut kembali tergenang,” jelasnya.
Terkait bantuan sosial, Fidelis menyampaikan bahwa bantuan sembako dari pemerintah telah disalurkan kepada warga terdampak sesuai dengan bantuan yang diterima desa.
“Bantuan sembako sudah kami distribusikan. Namun, memang hanya sebatas itu bantuan yang masuk ke desa,” katanya.
Persoalan air bersih juga menjadi perhatian serius. Menurutnya, keterbatasan sumber air di Desa Aekhorsik menjadi kendala utama.
Program Pamsimas sebelumnya telah diusulkan, bahkan jaringan perpipaan sudah terpasang hingga simpang tambak udang. Namun distribusi air tidak dapat berjalan karena sumber air tidak mencukupi.
Selain itu, rencana pembangunan sumur bor sebagai alternatif solusi juga telah diajukan. Akan tetapi, realisasinya terkendala syarat hibah lahan untuk fasilitas umum.
“Sumur bor sudah kami usulkan. Namun, harus ada tanah yang dihibahkan karena diperuntukkan bagi kepentingan umum. Sampai saat ini belum ada warga yang bersedia menghibahkan lahan,” ungkapnya.
Fidelis berharap adanya dukungan dan solusi konkret dari berbagai pihak agar penanganan pascabanjir di Dusun III dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Kami terbuka untuk solusi terbaik demi kepentingan warga. Kami juga berharap ada sinergi dan dukungan agar persoalan ini dapat segera teratasi,” tutupnya.(YS/JS)

