![]() |
| Aliran Sungai Sibuluan menjadi sumber air bersih bagi warga terdampak bencana di Tapteng. (mol/yas) |
Kru MetroOnline.co melakukan konfirmasi langsung, Jumat (20/3/2026) di lokasi pengolahan air bersih di Kelurahan Sibuluan Nalambok. Menurut Koordinator Pengelolaan Air Bersih PMI Sumut Tetang Sebayang, program penyediaan air bersih telah berjalan sejak pertengahan Januari 2026 dengan melibatkan relawan dari tingkat provinsi hingga lokal seperti di kabupaten Tapanuli Tengah.
Proses pengolahan air dimulai dari pengambilan air baku dari Sungai Sibuluan. Air kemudian ditampung dalam empat bak sedimentasi berukuran sekitar 3 x 3 meter dengan ketinggian 1 meter untuk proses penyaringan awal dan pengendapan partikel kotoran.
Setelah melalui tahap tersebut, air dialirkan ke penampungan akhir untuk menjalani pengolahan lanjutan menggunakan lima unit instalasi water treatment guna meningkatkan kualitas air agar layak digunakan.
“Seluruh proses ini bertujuan memastikan air yang disalurkan kepada masyarakat berada dalam kondisi bersih dan aman untuk digunakan,” ujar Tetang.
Selanjutnya, air bersih disedot ke dalam tiga unit mobil tangki untuk didistribusikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), baik di hunian sementara (huntara) maupun masyarakat terdampak lainnya.
Distribusi air menjangkau sejumlah wilayah, di antaranya Huntara Kecamatan Pinangsori, Kecamatan Tukka, Badiri, Pandan, Sibuluan serta wilayah lain yang bisa terjangkau juga melihat kapasitas KPMnya.
Namun demikian, proses distribusi di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala, seperti saat kondisi cuaca dan kesulitan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM).
“Jika hujan, kualitas air baku bisa menurun karena bercampur tanah, sehingga perlu penyesuaian dalam proses pengolahan. Selain itu, distribusi juga bergantung pada ketersediaan BBM,” jelasnya.
PMI Sumut juga mengimbau masyarakat agar air yang diterima tetap dimasak sebelum dikonsumsi guna memastikan keamanan dari bakteri.
Hingga kini tim PMI terus berupaya menjaga keberlanjutan suplai air bersih di lokasi terdampak. Meski begitu, sebagian masyarakat masih berharap adanya peningkatan layanan, khususnya dalam hal jangkauan distribusi dan pemenuhan kebutuhan harian.
Ke depan, keberlanjutan program ini diharapkan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Tapteng guna mempercepat proses pemulihan pascabencana. (YAS/RS)

