-->

Ahmad Doli DPR RI Upayakan Kepulangan Warga Binjai yang Ditahan di Kamboja

Sebarkan:
Teks foto: Ahmad Doli Kurnia Tandjung melakukan koordinasi dengan Tim usai temui keluarga Ardiansyah di Binjai. (Foto : Mol/Ismail)


BINJAI | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Fraksi Partai Golkar daerah pemilihan Sumatera Utara III, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, melakukan kunjungan langsung ke rumah orangtua Ardiansyah, 26 warga Jalan Tengku Umar Kelurahan Nangka Kecamatan Binjai Utara, Minggu (1/3/2026) siang.

Kehadiran anggota Komisi II DPR RI tersebut disebabkan oleh video pernyataan Ardiansyah yang viral di media sosial dan permohonan dari ibunya agar anaknya dapat pulang setelah 47 hari dipenjara di Phanom Pneh, Kamboja. 

Bersama Ahmad Doli hadir juga Anggota DPRD Sumut H M Yusuf (Ucok Aang), Ketua DPRD Binjai Gusuartini br Surbakti, serta H Zainuddin Purba (Pak Uda).

Dalam pertemuan yang berlangsung 60 menit, Ahmad Doli menyampaikan bahwa pihaknya telah menghubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan merencanakan proses kepulangan Ardiansyah. Namun, ia juga menyebutkan bahwa terdapat sekitar 5.000 WNI lainnya yang masih tertahan di Kamboja.

"Untuk itu, saya minta kepada pihak orangtua agar bersabar dan orangtua yang lain agar tetap memantau dan memberikan arahan kepada anak muda yang ingin ke luar negeri melalui jalur yang benar dan prosedural. Cari informasi yang sebenar-benarnya, baik dari pemerintah daerah, agar keberangkatan jelas diketahui apakah legal atau ilegal," ujar Doli.

Kunjungan tersebut membuat Bardiah, ibu dari Ardiansyah, merasa sedikit tenang dan melihat harapan positif untuk kepulangan putranya. "Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Doli yang sudah mau mendengarkan keluhan saya dan semoga anak saya masih dalam keadaan sehat dan selamat ketika kembali ke rumah," ungkapnya.

Ardiansyah ditahan sejak Januari 2026 setelah aparat keamanan Kamboja melakukan operasi pemberantasan kejahatan penipuan daring di Phnom Penh.

Dalam operasi tersebut, sebanyak 26 WNI turut diamankan dan Ardiansyah merupakan salah satunya. Saat ini, ia menghuni satu sel bersama lima WNI lainnya, dan keluarga belum memperoleh kejelasan rinci mengenai proses hukum yang akan dilalui.

Kabar penangkapan pertama kali diterima keluarga melalui telepon dari seorang pria bernama Roki yang disebut bekerja di KBRI Phnom Penh, yang memberi tahu bahwa Ardiansyah diamankan dalam operasi kepolisian setempat. 

Menurut keluarga, Ardiansyah berangkat ke luar negeri untuk mencari pekerjaan dan memperbaiki ekonomi keluarga, namun diduga terjerat jaringan penipuan daring yang kerap dikaitkan dengan perdagangan orang (TPPO).

Kisah Ardiansyah mencerminkan maraknya perekrutan tenaga kerja ilegal yang menjanjikan gaji besar. Banyak WNI berangkat dengan harapan memperbaiki nasib, namun justru terjebak dalam eksploitasi dan berhadapan dengan hukum di negara tujuan.(Ml/Ism)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini