-->

105 KK Tempati Rusunawa Pandan, 80 Persen Pengungsi Pindahan dari GOR Tapteng, Jadup Mengalir Tapi Belum Merata

Sebarkan:

Kru Metro Online saat mewawancarai warga yang menempati hunian sementara Rusunawa Pandan.(Foto: Yasmend/mol)

TAPTENG |
Sebanyak 105 Kepala Keluarga (KK) dengan total 388 jiwa kini menempati Hunian Sementara (Huntara) Rusunawa Pandan, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara tertanggal (5/1/2026). Dari jumlah tersebut, sekitar 80 persen merupakan pengungsi asal dari GOR Pandan, sementara 20 persen lainnya dievakuasi langsung ke lokasi Huntara. 

Para pengungsi berasal dari tiga kecamatan, yakni Tukka, Pandan, dan Sibuluan. Berdasarkan data lapangan, jumlah pengungsi terdiri dari 200 laki-laki dan 189 perempuan, dengan kelompok rentan meliputi 31 lansia (usia di atas 60 tahun) dan 28 balita. Fasilitas hunian sementara ini juga mencakup 92 ruangan yang digunakan oleh para pengungsi.

Secara fisik, Rusunawa Pandan terbagi menjadi dua bangunan, masing-masing terdiri dari lima lantai. Setiap lantai memiliki 24 kamar, sehingga total keseluruhan 10 lantai. Hal ini disampaikan relawan NGO  CV. Zelda Production, Dodi Rinaldo Tanjung selalu kepercayaan pemerintah kabupaten Tapanuli Tengah saat ini di Huntara Rusunawa. 

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah bersama relawan terus menyalurkan berbagai bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi. Bantuan yang telah diberikan meliputi sembako, tikar, perlengkapan dapur, hingga kebutuhan keluarga sehari-hari.

Relawan CV. Zelda Production Padang Sidempuan Tapsel yang telah berada di lokasi sejak bulan Desember 2025 lalu juga terus aktif membantu penanganan di lapangan. Dodi Rinaldo Tanjung M Kom, menyampaikan bahwa bantuan Jaminan Hidup (Jadup) telah disalurkan sekitar 70 persen pada tahap pertama, sementara sisanya masih dalam proses pencairan oleh Kementerian Sosial.

“Sebagian warga sudah menerima bantuan Jadup, namun masih ada yang belum. Kami berharap proses penyaluran bisa segera dituntaskan,” ujarnya.

Hasil konfirmasi kru Metro-Online.co di lokasi pada Jumat sore (20/3/2026), menunjukkan bahwa kebutuhan logistik di Huntara masih relatif terpenuhi. Namun, masih ada warga yang belum menerima bantuan Jadup, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Salah seorang warga, Putri Yanti Lubis, yang beragama Muslim dan belum menerima bantuan Jadup, menyampaikan bahwa kebutuhan pokok sejauh ini masih difasilitasi dengan baik. Namun, ia mengungkapkan adanya kendala pada pasokan air bersih di lokasi Huntara, walupun sumur bor ada dua. 

“Untuk kebutuhan pokok masih difasilitasi, tapi saat ini yang sering kami rasakan adalah air yang kurang lancar masuk ke Huntara. Pipa sumur bor di sini kecil, berbeda dengan PDAM yang pipanya lebih besar,” ungkapnya.

Ia menambahkan, warga masih mengandalkan dua sumur bor yang tersedia untuk kebutuhan sehari-hari. 

“Kalau turun dari lantai 4 yang saya berada langsung ke sumur masih bisa hanya saja lumayan lelah, dan di sini ada dua sumur bor yang kami pakai bersama,” tambahnya.

Selain bantuan dari pemerintah daerah, bantuan dari Presiden Republik Indonesia juga telah disalurkan kepada para pengungsi berupa perlengkapan ibadah seperti sajadah, mukena, Al-Qur’an, serta pakaian untuk pria dan wanita.

Untuk memperkuat pelayanan di lokasi, relawan CV. Zelda Production juga mendirikan posko terpadu yang berfungsi sebagai pusat distribusi logistik cadangan serta layanan dasar, termasuk dukungan medis bagi para pengungsi.

“Jika ada kekurangan logistik, kami sudah menyiapkan stok cadangan. Kami juga membantu pelayanan kesehatan dan kebutuhan mendesak lainnya,” jelas Dodi.

Pemerintah bersama relawan terus berupaya memastikan seluruh kebutuhan pengungsi terpenuhi. Terkait bantuan Jadup yang belum tersalurkan, masyarakat diminta bersabar sembari menunggu proses dari Kementerian Sosial.

“Harapan kita, dalam waktu dekat seluruh bantuan dapat tersalurkan secara merata kepada warga yang membutuhkan,” pungkasnya.(YAS/JS)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini