-->

Akses Jalan Pascabencana di Tapteng Masih Memprihatinkan, Warga Apresiasi Plt Camat Lumut

Sebarkan:


Alat berat dioperasikan di titik pertama yang putus di Lingkungan VI Gunung Payung, Kelurahan Lumut, Kecamatan Lumut, Kabupaten Tapteng. (mol/ys)
TAPTENG | Langkah taktis yang diambil Rani Rahmadani S Sos, selaku Pelaksana Tugas (Plt) Camat Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) sontak mendapat apresiasi dari warga terdampak bencana banjir, Selasa lalu (25/11/2025).

Keluhan warga atas akses jalan di Lingkungan VI Gunung Payung dan Lingkungan V Simarlelan, Kelurahan Lumut dijawab dengan langkah taktis.

Koordinasi camat akrab disapa: bu Rani tersebut dengan perusahaan-perusahaan lokal pun membuahkan hasil. Alat berat berikut operator dari PT Fajar Indah Anindya yang turun ke lokasi disambut senyum sumringah warga setempat.

Meski bersifat penanganan sementara, langkah dimaksud disambut baik oleh masyarakat. Hingga kini, badan jalan yang sebelumnya sulit dilalui kini telah bisa dilalui kendaraan, walaupun hanya dengan kewaspadaan tinggi dan belum layak secara teknis seperti kondisi semula.

Plt Camat Lumut Rani Rahmadani ketika dikonfirmasi membenarkan, gotong royong masyarakat sebelumnya memang berhasil membuka akses jalan, namun belum memberikan kepastian terhadap keamanan jangka panjang.

Kecamatan Lumut, yang terputus akibat bencana tiga bulan lalu kini sudah bisa dilewati setelah masyarakat melakukan gotong royong secara swadaya. Namun, kondisi jalan tersebut masih jauh dari pulih sepenuhnya dan rentan terganggu oleh hujan deras karena belum kuat secara struktural. 

“Masyarakat sudah bekerja keras secara gotong royong sehingga jalan bisa dilewati. Namun kondisi itu belum sepenuhnya pulih dengan aman. Maka kami berupaya menghadirkan alat berat untuk penanganan lanjutan agar akses jalan lebih layak dilalui, terutama ketika cuaca buruk,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa integrasi peran pemerintah kecamatan dan dukungan perusahaan lokal menjadi kunci pembukaan akses sementara ini, sekaligus wujud nyata kepedulian terhadap kebutuhan vital masyarakat setempat.

Namun, penanganan darurat yang sudah berlangsung hampir tiga bulan ini juga menjadi bagian dari kritik publik terhadap pemulihan infrastruktur pascabencana. Sebelumnya, salah satu media pernah mengangkat artikel yang menyatakan bahwa hampir tiga bulan pascabencana, pemulihan infrastruktur oleh instansi teknis terkait belum banyak terlihat. 

Masyarakat menilai janji-janji pemulihan yang sempat disampaikan belum terealisasi secara signifikan, sehingga dukungan masyarakat cenderung datang melalui upaya mandiri dan gotong royong semata. 

Pemkab

Kerinduan masyarakat kini tidak hanya sebatas normalisasi arus lalu lintas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng cq Dinas Pekerjaan Umum diharapkan benar-benar serius pemulihan permanen guna memperkuat badan jalan. Termasuk penataan tebing dan pemasangan aspal hotmix yang kuat terhadap hujan dan longsor.

Perwakilan warga, Ama Celsi Halawa dan selaku Bendahara Lingkungan VI Gunung Payung menyampaikan.“Kami sangat berterima kasih atas perhatian Pemerintah Kecamatan Lumut dan pihak perusahaan yang telah membantu. Namun kami tetap berharap Pemkab melalui Dinas PU dapat melakukan pemulihan total agar jalan ini kembali seperti sediakala, kuat dan kokoh, bukan hanya sementara.

Kami juga mengingatkan bahwa beberapa titik jalan yang mengalami amblas ini, belum memiliki struktur penahan di sisi kiri dan kanan badan jalan. Tanpa penanganan permanen, dikhawatirkan jika hujan deras datang, longsor dapat kembali terjadi dan mengancam keselamatan pengguna jalan,” urainya. (YAS/RS)




Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini