-->

Cindera Mata Forwakum Sumut untuk Deny Marincka: Bermental Baja Belajarnya di Medan

Sebarkan:

Ketua Forwakum Sumut Aris Rinaldi Nasution (kanan atas) saat memberikan cindera mata kepada mantan Kasi Pidum Kejari Medan Deny Marincka Pratama dan foto bersama. (mol/robs)
MEDAN | Di salah satu sudut Kota Medan, tanpa podium maupun seremoni berlebihan, suasana kehangatan hadir menyelimuti silaturahmi awak media tergabung dalam Forum Wartawan Hukum Sumatera Urara (Forwakum Sumut) dengan Deny Marincka Pratama SH MH, Rabu (4/2/2026).

Dua tahun dua bulan menjabat Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) di Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan Deny Marincka Pratama akan melangkah ke babak baru dalam kariernya menuju Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI).

Sebelum berangkat ke Jakarta, ia masih menyempatkan diri bersilaturahmi dengan personil Forwakum Sumut. Pertemuan itu bukan sekadar pamitan. Lebih dari itu, menjadi ruang berbagi kesan, cerita jatuh-bangun dan pelajaran tentang mentalitas penegak hukum.

Tak lama setelah menduduki jabatan Kasi Pidum Kejari Medan, Deny pernah diterpa badai. Narasi kurang sedap sempat viral di media sosial. Salah seorang pencari keadilan disebut tidak dilayani. Isu itu pun menggerus semangatnya.

“Terus terang, waktu itu semangatku sempat down. Seperti mati suri,” ungkap mantan Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kabupaten Tangerang  itu. Padahal, menurutnya, fakta di lapangan tidak seperti yang dibingkai di ruang digital.

Waktu dan dukungan menjadi obat. Terutama sokongan moril dari rekan-rekan Forwakum Sumut, yang membuat api idealisme itu kembali menyala. Perlahan, Deny kembali tegak menjalankan tugas penegakan supremasi hukum yang diembannya.

Dari Medan pula, ia memetik pelajaran penting tentang karakter. Kota ini, katanya, jujur dan apa adanya. Kadang nadanya keras, sering blak-blakan.

“Menurut saya, kalau pejabat mau bermental baja, belajarnya di Medan,” ucapnya datar, namun sarat makna. Kalimat itu spontan mengundang senyum di wajah para jurnalis yang hadir.

Soal keberaniannya menuntut pidana maksimal (hukuman mati) terhadap puluhan terdakwa perkara narkotika di PN Medan, Deny menepis anggapan adanya tekanan atau ancaman.

“Saya tidak pernah menerima sambungan telepon bernada ancaman,” katanya tenang. Ia menegaskan, langkah itu sejalan dengan arahan pimpinan demi menimbulkan efek jera. “Kita hadapi saja proses persidangannya,” sambungnya.

Cindera Mata 

Silaturahmi siang itu ditutup dengan penyerahan cindera mata berupa plakat dari Ketua Forwakum Sumut Aris Rinaldi Nasution kepada Deny Marincka Pratama. Simbol apresiasi, sekaligus penanda kebersamaan.

“Ini bentuk apresiasi dan sinergitas antara insan pers dan institusi penegak hukum atas kinerja dan kerja sama yang terjalin selama abangda Deny bertugas sebagai Kasi Pidum Kejari Medan,” ujar Aris.

Forwakum Sumut berharap, penugasan baru Deny di Kejagung RI akan semakin memperkuat profesionalisme dan integritas penegakan hukum, sekaligus mempererat hubungan antara aparat penegak hukum dan insan pers dalam menyajikan informasi yang akurat dan berimbang kepada publik.

Deny pun menyampaikan rasa terima kasihnya. Ia mengapresiasi sinergi yang selama ini terbangun antara Kejari Medan dan insan pers, khususnya Forwakum Sumut.

“Sinergi antara insan pers dan aparat penegak hukum sangat penting untuk mewujudkan penegakan hukum yang transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Deny kini dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Seksi III Penuntutan pada Direktorat C Jaksa Muda Tindak Pidana Umum (JAM Pidum) Kejagung RI.

Sementara informasi lainnya dihimpun, posisi Kasi Pidum Kejari Medan akan diisi oleh Zulkarnain Harahap, yang sebelumnya bertugas sebagai Satuan Tugas pada JAM Pidum Kejagung RI.

Di Kejaksaan Agung, Deny akan menggantikan Yusuf Luqita Danawihardja, yang mendapat amanah baru sebagai pemeriksa pada Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar).

Kota Medan telah menjadi ruang belajar. Baja itu telah ditempa. Kini, Deny Marincka melangkah ke Pusat, membawa cerita, pengalaman dan mental yang terasah dari kota yang tak pernah setengah-setengah. (ROBERTS/RS)









Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini