![]() |
| Director of Law Firm Adv Ir Pahala Sitorus SH MH MM yang juga dikenal sebagai politikus senior, memberikan keterangan saat diwawancarai, Kamis (8/1/2026).(mol/halasan r). |
Pernyataan tersebut disampaikan Pahala Sitorus setelah melihat video kondisi jalan menuju kampung halamannya di Desa Nagaraja I hingga Nagaraja Ujung, Kecamatan Dolok Merawan, yang hingga kini belum mendapat perbaikan memadai. Hal itu disampaikannya di kediamannya di Jalan Kumpulan Pane, Kota Tebingtinggi, Kamis (8/1/2025) malam seiitar pukul 20.00.
Pahala menjelaskan, ruas jalan dari Panglong menuju Desa Nagaraja I merupakan akses utama masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk untuk mendapatkan layanan kesehatan. Namun saat ini kondisinya rusak parah dan sangat memprihatinkan.
Sebagai tokoh masyarakat asal Desa Nagaraja yang pernah mengabdi sebagai anggota DPRD Kota Tebingtinggi selama 15 tahun, Pahala mengaku prihatin melihat kondisi tersebut. Ia menuturkan, jalan itu memiliki nilai historis dan strategis karena sejak dahulu menjadi jalur transportasi umum.
“Dulu bus jalan Nagaraja ke Tebingtinggi dan juga ke Pematang Siantar masih bisa melintas lewat jalan ini. Sekarang, karena tidak terawat, kendaraan besar sudah tidak berani lewat,” ujarnya.
Menurut Pahala, kerusakan jalan tidak hanya berdampak pada produktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga menyangkut keselamatan jiwa. Ia mencontohkan, warga yang membutuhkan penanganan medis darurat harus menempuh jalan rusak sehingga berisiko terlambat mendapatkan pertolongan.
Ia menilai perbaikan jalan tidak harus sepenuhnya bergantung pada anggaran daerah. Mengingat ruas jalan tersebut melintasi kawasan perkebunan, pemerintah daerah dapat melibatkan perusahaan terkait, baik BUMN maupun perusahaan swasta asing, melalui skema kerja sama atau program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Jalan ini melewati dua perkebunan besar. Kalau ada kemauan, peningkatan jalan sebenarnya bisa dilakukan bersama,” katanya.
Meski terdapat jalur alternatif menuju jalan nasional melalui Bandar Berjambu, akses tersebut dinilai tidak efektif bagi kebutuhan masyarakat di desa-desa sekitar.
Pahala menegaskan akan menyampaikan langsung aspirasi masyarakat kepada Bupati Serdangbedagai Darma Wijaya dalam waktu dekat. Ia mengaku sebagai sahabat, dirinya sangat mendukung program pembangunan Bupati Serdangbedagai, khususnya di bidang infrastruktur jalan.
“Jalan adalah urat nadi kehidupan. Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga soal keselamatan manusia,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Pahala menyampaikan meski belum pernah mengabdi secara langsung di Desa Nagaraja, ia berjanji di usia tuanya akan turut mengabdikan diri untuk membangun kampung halamannya.
“Tidak boleh kita lupa tempat kelahiran dan kampung halaman. Ada waktunya saya akan kembali dan membangun Desa Nagaraja,” janjinya.
Di akhir pernyataannya, Pahala juga menyampaikan rencana untuk berdiskusi dengan Bupati Serdangbedagai terkait wacana pemekaran wilayah desa, khususnya pemisahan Desa Limbong dengan Raya Dolok, mengingat jumlah penduduk dan potensi ekonomi Raya Dolok dinilai sudah memungkinkan menjadi desa mandiri.
“Desa Nagaraja adalah kampung halaman saya. Saya akan selalu mendukung pembangunan di sana agar tidak tertinggal dari daerah lain dan dalam bulan ini juga turun ke kampung halaman,” tutupnya.(HR/HR).

