Terlihat anak-anak sedang bermain air di dalam galian pembatas tanah PT CTA dengan tanah Pertamina Pangkalan Susu, berpotensi ancam keselamatan jiwa manusia dan hewan ternak di Desa Sei Meran, Kecamatan Pangkalan Susu, Sabtu (10/1/2026).( Foto mol /Lesman Simamora)
LANGKAT | Galian tapal batas milik perkebunan kelapa sawit PT CTA berdampingan dengan tanah milik PT Pertamina EP Pangkalan Susu Field berpotensi mengancam keselamatan jiwa manusia dan hewan ternak di Desa Sei Meran, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sabtu (10/1/2026).
Pasalnya, galian tanah dengan lebar satu meter dan kedalaman diperkirakan mencapai dua meter dikeruk menggunakan alat berat escavator.
Apalagi curah hujan tinggi tidak tertutup kemungkinan galian akan penuh air sehingga dikuatirkan mengancam keselamatan jiwa anak-anak desa, ujar Hamdan,70, seorang tokoh masyarakat Desa Sei Meran kepada kru Metro Online di lokasi galian.
"Lihat itu, baru saja usai dilakukan penggalian tapal batas, tapi anak-anak desa sudah bermain air di dalam kanal yang dikeruk," ujarnya, (seperti terlihat dalam gambar).
Bukan hanya keselamatan jiwa manusia, tapi keselamatan hewan ternak seperti lembu, kambing dan lainnya, itu juga harus diantisipasi pihak manajemen perkebunan itu, karena warga di kampung ini ada banyak memelihara hewan ternak, terangnya.
Selain itu, Hamdan juga menyoroti tapal batas antara tanah milik PT CTA dengan tanah milik PT Pertamina EP Pangkalan Susu Field.
Di bawah tanah milik Pertamina itu ada pipa gas yang harus di jaga betul agar terhindar dari segala bentuk ganguan. "Jalur pipa distribusi gas harus steril dari gangguan sekecil apa pun," ungkapnya.
"Saya curiga, jangan-,jangan tanah yang digali perusahaan perkebunan itu masuk areal milik Pertamina EP Pangkalan Susu, soalnya, jarak galian tanah, itu hanya lebih kurang satu meter saja dari patok (PAL) Pertamina," sebut pria berdarah Jawa itu.
Kalau saya tidak salah, lanjutnya, lebar tanah perusahaan plat merah itu seluas 25 meter, dengan panjang sejauh mata memandang. Biasanya lebar tanah dihitung dari as badan jalan dengan rincian 12,5 meter sebelah timur, dan 12,5 meter sebelah barat."
Tapi kalau diperhatikan, lebar tanah milik Pertamina sepertinya tidak mencapai 25 meter, tapi itu pun para pihak-lah yang tau persis ukuran tanah masing-masing, tutupnya.
Hari yang sama, tempat terpisah, Pengawas PT Cipta Tunggal Asri, Indra yang dikonfirmasi wartawan termasuk kru Metro Online, terkait batas tanah galian, ia mengatakan, sebelum kegiatan penggalian tapal batas dilakukan, pihaknya telah bertemu dengan pejabat Pertamina EP Pangkalan Susu Field, ujarnya.
"Kita mengundang mereka turun langsung ke lapangan, mereka (Pertamina EP Pangkalan Susu-red) tidak keberatan, karena tanah yang kami gali, itu masuk lahan PT Cipta Tunggal Asri," ucapnya.
Senada dengan itu, pejabat bagian pertanahan PT Pertamina EP Pangkalan Susu Field, Iskandar, yang dikonfirmasi wartawan via WhatsApp-nya membenarkan tanah yang digali pihak perusahaan perkebunan itu milik mereka, ujarnya.
Areal yang digali, kata Iskandar, itu milik PT Cipta yang berdampingan dengan lahan Pertamina." Benar, kita sudah turun ke lapangan bersama tim Security dan mengukur batasnya." sebutnya.(lesman/mp)

