![]() |
| Foto: Nur, Ibu Kandung ZR, Korban Pembunuhan di Dolok Ulu, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (mol/bay) |
Si buah hati yang masih berusia 15 tahun, hasil pernikahan Nur dengan suami terdahulu menjawab, "Iya mak" sambil memberitahu kepalanya sedang sakit. Tidak tega mendengar keluhan itu, Nur sempat memijat kepala ZR.
Nur tidak menduga, potongan peristiwa itu menjadi kenangan terakhir bersama si buah hati. Pasalnya, seusai memijat pasien, sekitar pukul 10.00 WIB Nur tiba di rumah, ia tidak melihat ZR. Bahkan adik korban tidak mengetahui keberadaannya saat ditanya.
Menit berjalan hingga pukul 15.45 WIB. Nur mendengar kabar dari tetangga yang heboh atas temuan mayat perempuan remaja diduga korban pembunuhan di wilayah mereka.
Sontak detak jantungnya berdegup kencang. Matanya nanar, pikiran dihantui ketakutan mengingat putrinya belum pulang juga.
Nur berupaya membuang jauh-jauh pikiran negatif. Ia bergegas ikut melihat temuan mayat bersama tetangga lainnya.
Di sisi badan jalan lokasi kejadian, persisnya areal perkebunan karet PT Bridgestone, Blok Z-24 Sub Divisi 1/II, Jalan Medan - Simpang Dolok Ulu, Desa Batu Silangit, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), Minggu (28/12/2025), warga sudah ramai berkerumun.
Aparat dari Polsek Serbelawan juga sudah di lokasi. Mayat ditutupi mantel hujan abu-abu. Sebatas mata kaki masih terlihat. Nur gemetar keringat dingin disertai kuatir. Ia sangat mengenali kaki itu terlebih celana panjang krem yang dikenakan korban. Jeritan histerisnya spontan ‘meledak’. Nur jatuh di sisi jalan yang dibatasi Police Line.
"Apa sudah pasti itu ZR? Istifar, Istifar Nur," kata salah seorang tetangganya seraya menghibur sembari memegangi tubuh Nur yang limbung lalu terkulai duduk di rerumputan. Tak lama ia kembali berdiri dibantu warga.
Jeritan Nur kembali ‘pecah’ di tengah keramaian warga setelah tim Inafis Sat Reskrim Polres Simalungun bersama personil Polsek Serbelawan membalikkan jasad korban yang ditemukan telungkup saat proses olah TKP dan identifikasi. Wajah korban terpapar jelas.
Ketakutan Nur jadi kenyataan. Ia berulang kali berteriak, “Aku kecewa, aku kecewa,” seraya beberapa kali menghempaskan tubuhnya disertai menyebut nama Allah SWT.
Suasana haru biru yang dialami wanita 46 tahun itu pun menjalar ke warga lainnya, turut meneteskan air mata.
Hingga pukul 17.50 WIB proses olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi selesai, jenazah dievakuasi ke RSUD dr Djasamen Saragih guna visum dan autopsi.
Diamankan
Diberitakan sebelumnya, hasil olah TKP dan identifikasi tim menguatkan, korban meninggal dunia akibat penganiayaan berat.
Kapolsek Serbelawan Iptu Gunawan Sembiring SH MM bertindak cepat melakukan penyelidikan melekat lewat pengumpulan keterangan dari saksi-saksi.
Hitungan jam. Berkat kerja keras penyelidikan Polsek Serbelawan dibantu Unit Jahtanras Sat Reskrim Polres Simalungun berhasil mengamankan pelaku, AH, 15, pelajar kelas IX SMP, dari rumah kakaknya di Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun.
Pelaku yang disebut akrab dengan korban kemudian dibawa ke Pos Polisi Purba Sari - Polsek Serbelawan yang selanjutnya dilimpahkan ke Polres Simalungun untuk penyidikan lanjut serta proses hukum berlaku.
Kapolsek Serbelawan Iptu Gunawan Sembiring berpesan dan mengimbau agar para orang tua selalu mengawasi anak-anaknya dalam keseharian, baik itu pergaulan maupun aktivitas lainnya.
"Kami sangat prihatin atas peristiwa ini terlebih kasus ini melibatkan anak di bawah umur. Kami mengimbau para orang tua agar secara intens dan ketat mengawasi keseharian anak-anaknya," katanya di Pos Polisi Purba Sari - Polsek Serbelawan, Minggu (28/12/2025) malam
Iptu Gunawan Sembiring berharap kejadian ini dapat dijadikan cermin dan pelajaran berharga agar ke depannya tidak terulang lagi kasus sangat memprihatikan tersebut (bay/bay)

