![]() |
| Gubernur Sumut Bobby Nasution didampingi Wagub Surya, Pj Sekdaprov Sulaiman Harahap serta sejumlah OPD, melantik dan mengambil sumpah janji, serta pengukuhan 308 pejabat. (mol/kmnfo) |
MEDAN | Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution melantik dan mengambil sumpah jabatan 308 pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut. Sebelas di antaranya pejabat pimpinan tinggi pratama, 117 pejabat administrator dan 180 pejabat pengawas.
Pada kesempatan tersebut, Senin (9/3/2026) di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Jalan Diponegoro, Bobby mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar tidak melakukan ‘kerja tambahan’ yang dapat merugikan organisasi, keluarga, maupun diri sendiri.
"Jangan ada kegiatan tambahan seperti masalah Pungli (pungutan liar) atau meminta uang dalam proyek. Mari kita rapikan dan tertibkan bersama agar terhindar dari tindakan yang merugikan diri kita sendiri,” tegasnya.
Menurutnya, dengan jumlah pejabat yang cukup banyak tersebut, diharapkan organisasi di lingkungan Pemprov Sumut dapat bekerja lebih baik, solid, dan mampu memperkuat kinerja pemerintahan. Ia menegaskan bahwa berbagai pesan terkait tugas dan tanggung jawab jabatan sebenarnya telah sering disampaikan dalam pelantikan sebelumnya. Karena itu, para pejabat diminta menjalankan arahan yang sudah disampaikan.
Bobby juga menyampaikan bahwa saat ini kepemimpinan gubernur dan wakil gubernur telah memasuki tahun kedua. Karena itu, pembahasan di internal organisasi perangkat daerah (OPD) tidak lagi sebatas program, tetapi bagaimana menjalankan visi dan misi pemerintah daerah secara nyata.
Karenanya, ia mengingatkan seluruh OPD untuk menjaga kekompakan di lingkungan kerja masing-masing. Namun, kekompakan tersebut bukan untuk menutupi kesalahan atau pelanggaran.
“Kekompakan di masing-masing OPD harus benar-benar dijaga. Jangan saling menjelekkan, tetapi juga bukan berarti saling melindungi dari kejahatan,” tegasnya.
Selain itu, Bobby meminta seluruh OPD menciptakan lingkungan kerja yang sehat, kreatif, dan tidak mudah mengeluh. Menurutnya, pemerintah daerah memiliki target pembangunan yang harus dicapai dalam batas waktu tertentu.
"Kita punya target dan tujuan pembangunan bagi pejabat yang merasa kurang pas dan merasa tidak nyaman silakan sampaikan pengunduran diri," ucap Bobby.
Secara khusus, Bobby juga menyinggung perubahan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan (Bappelitbang) menjadi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida). Ia berharap lembaga tersebut dapat menjadi pengarah bagi OPD dalam merumuskan ide, inovasi, serta langkah strategis untuk menyukseskan pembangunan di Sumut.
Turut hadir Wakil Gubernur Sumut Surya, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap, serta para pimpinan OPD di lingkungan Pemprov Sumut.
11 Pejabat
Sebelas pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik yakni Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ardan Noor, Kepala Badan Pendapatan Daerah Sutan Tolang Lubis, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Dikky Anugerah Panjaitan, Sekretaris DPRD Muhammad Ali Sipahutar.
Kemudian Kepala Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya Chandra Dalimunthe, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Dedi Jaminsyah Putra, Kepala Dinas Perhubungan Yuda Pratiwi Setiawan, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Fariz Haholongan Hutagalung.
Kepala Biro Organisasi Zulkifli, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Yoga Budi Pratama Irawan, serta Direktur UPTD Khusus Rumah Sakit Umum Haji Medan Yulinda Elvi Nasution. (RobS/RS)

