![]() |
| Dokumen foto pelatihan pembuatan batako oleh warga binaan Lapas Kelas III Labuhanbilik, Kabupaten Labuhanbatu. (mol/labil) |
Kalapas Rinaldo Adeta Noah Tarigan dalam keterangan tertulisnya yang diterima Metro-Online, Senin (24/11/2025) mengatakan, pelatihan yang berlangsung lima hari pekan kedua lalu, dibimbing langsung instruktur dari Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Labuhanbatu yang memiliki kompetensi di bidang produksi material bangunan.
Kegiatan di area workshop Lapas merupakan bagian dari implementasi Aksi Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA yang diikuti warga binaan terpilih
“Pelatihan pembuatan batako merupakan langkah strategis untuk menghadirkan pembinaan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Kami ingin memastikan warga binaan tidak hanya dibina dari sisi mental, tetapi juga diberdayakan melalui keterampilan yang memiliki nilai ekonomis.
Pembuatan batako adalah keahlian yang dibutuhkan pasar dan dapat membuka peluang usaha mandiri setelah bebas,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta mempelajari berbagai tahapan teknis, mulai dari pengenalan bahan baku, teknik pengadukan, proses pencetakan, hingga pengeringan batako. Selain peningkatan kompetensi, kegiatan ini juga melatih kedisiplinan, kerja sama dan tanggung jawab dalam menghasilkan produk berkualitas.
Program ini diharapkan mampu memberikan bekal keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan warga binaan ketika kembali ke masyarakat, sekaligus mendukung upaya Lapas dalam menekan angka residivisme. Dengan keahlian yang aplikatif, warga binaan memiliki peluang lebih besar untuk bekerja atau membuka usaha secara mandiri.
Pelatihan pembuatan batako yang dilaksanakan Lapas Kelas III Labuhan Bilik bersama Disnaker Labuhanbatu mendapat apresiasi dari mitra pembinaan dan pemerintah daerah.
Inovasi dimaksud dinilai sebagai wujud nyata transformasi pemasyarakatan yang lebih humanis, produktif, dan berorientasi pada pemberdayaan. (RobS/RS)

