![]() |
| Salah satu pipa PDAM Tirtanadi putus akibat longsor di desa Sisundung. (MOL/PDAM Tirtanadi Tapsel). |
PADANGSIDIMPUAN | Cuaca ekstrem terus melanda sejumlah daerah khusunya di Kota Padangsidimpuan beberapa hari terakhir. Tak hentinya hujan turun sejak pagi, sore bahkan sampai malam hari, sehingga di sejumlah daerah mengalami longsor dan banjir yang berdampak pada pasokan air PDAM Tirtanadi menjadi terganggu.
Distribusi air kepada pelanggan PDAM Tirtanadi pun mulai terganggu. Kondisi ini mengakibatkan pendistribusian air bersih mati total hampir di seluruh wilayah Kota Padangsidimpuan.
Tidak itu saja, Hujan lebat juga mengakibatkan air menjadi keruh. Sebab tanah, lumpur dan pasir terbawa arus sungai dari hulu.
Kepala Cabang PDAM Tirtanadi Tapanuli Selatan Malintang Harahap menyebutkan, tingginya curah hujan salahsatu dampak pasokan air bersih ke rumah pelanggan terganggu.
"Cuaca buruk yang terus menerus mengakibatkan disejumlah daerah longsor dan banjir tentu hal ini sangat berdampak pada pendistribusian air PDAM, sehingga sampai saat ini mengakibatkan air mengalir kecil dan mati hampir seluruh wilayah di Kota Padangsidimpuan," jelas Malintang kepada metro-online.co, Selasa (24/11/2025).
"Pada pukul 21.00, hari Senin 23 November 2025 telah terjadi longsor, adapun lokasi longsor perkiraan antara Desa Sisundung dan Desa Sihopur yang dimana pipa transmisi mengalami kebocoran atau putus, inilah yang menjadi dampak Gangguan hampir seluruh Kota Padangsidimpuan," tambahnya.
Kendati demikian, Malintang juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat pelanggan PDAM. Dalam hal ini tegas Malintang pihaknya telah mengambil langkah untuk mengatasi gangguan ini. (Syahrul/ST).

