![]() |
| Foto: Aliran Sungai Sikkam di Kawasan Pasar Bawah, Kelurahan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun (mol/dok-bay) |
Hujan deras sehari semalam yang melanda wilayah Kecamatan Dolok Batu Nanggar sejak, Rabu malam (26/11/2025) hingga Kamis menjelang sore belum terlihat tanda-tanda reda, menyebabkan debit aliran sungai yang membelah Pasar Bawah, Jalan HR Shihab dengan Lingkungan V Marihat Tengah, Kelurahan Serbelawan ini naik secara signifikan.
Melihat situasi ini membuat ratusan kepala keluarga yang bermukim di sekitaran/bantaran sungai was-was dan bersiaga dengan kewaspadaan tinggi bila serta-merta datang banjir bandang dari kawasan yang lebih tinggi di wilayah Desa Dolok Merangir I, Kecamatan Dolok Batu Nanggar.
Seorang warga R. Harahap menyebut, Kamis dinihari, 27 November 2025 sekira pukul 01.00 WIB, debit air sungai Sikkam sempat meluap menggenang hingga ke badan jalan sebatas lutut orang dewasa.
"Tempo 2 jam memang air surut, namun masih melewati batas tepi sungai," ujar R Harahap, Kamis siang.
Kekhawatiran warga sangat beralasan mengingat belakangan ini curah hujan sangat tinggi dan ekstrim.
Trauma banjir Oktober 2025 lalu, banjir menghantam wilayah ini secara tiba-tiba pada malam hari, merendam pemukiman hampir sebatas atap rumah yang berada persis di bibir aliran sungai.
Saat itu tidak ada korban jiwa namun banjir Pasar Bawah yang kerap melanda tiap tahunnya sangat berdampak merusak fasilitas umum dan perabotan rumah tangga.
Seorang warga yang enggan disebut namanya sangat berharap Pemerintah Kecamatan Dolok Batu Nanggar dan Pemkab Kabupaten Simalungun segera mengambil solusi pencegahan banjir tahunan ini.
"Kalau sudah masuk bulan september hingga desember kami selalu dihantui ketakutan. Yang lebih seram kalau banjir datangnya malam saat kami tidur. Takut terjebak. Tolonglah bang bilangkan ke camat atau bupati, jangan cuma janji-janji," ujarnya sedih.
Beberapa hari lalu, kekhawatiran warga ini sudah disampaikan kru metro online kepada Camat Dolok Batu Nanggar, Siti Aminah Siregar SE. M.Si, agar pemerintah segera mengambil tindakan paling tidak untuk sementara melakukan pengerukan (dredging) aliran sungai Sikkam yang mengalami sedimentasi berat.
"Terima kasih bos info dan sarannya. Nanti kita koordinasikan dengan kelurahan," ujar Siti Aminah Siregar.
Pantauan metro online, hampir sebagian besar aliran sungai Sikkam (dari Dolok Merangir - Dolok Ilir) mengalami sidementasi atau penumpukan lumpur dan material lainnya hingga mengalami penyempitan dan pendangkalan.
Penyempitan dan pendangkalan ini berpotensi memicu banjir akibat terhambatnya aliran Sungai Sikkam yang akhirnya air menumpuk dan bertahan lama di kawasan Pasar Bawah sekitarnya.
Diharapkan Pemerintah dan instansi terkait segera menyahuti ketakutan warga untuk segera bertindak sebelum banjir melanda yang beresiko menelan korban jiwa (bay/bay)

