![]() |
| Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas (kiri) mengawali penandatanganan Pakta Integritas Data Driven Leadership diikuti pimpinan OPD dan para Camat. (mol/ib) |
Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas dalam ketererangan tertulisnya yang diperoleh, Sabtu (22/11/2025) menyebutkan, dengan pendandatangan deklarasi sehari sebelumnya di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota tersebut l, berakhir juga era kerja asal-asalan tanpa data resmi.
“Siapa yang punya data, dialah yang punya masa depan,” tegas Rico Waas di hadapan jajaran pejabat dan mitra strategis seperti Komisi Informasi Provinsi (KIP) Sunatera Utara (Sumut) dan jajaran Badan Pusat Statistik (BPS) Medan.
Dalam kesempatan tersebut Wali Kota ‘menantang’ para pimpin OPD untuk masuk ke standar baru pemerintahan:l. Yaitu kerja berbasis data atau tersingkir oleh sistem yang semakin transparan.
Ke depan, kebijakan tak lagi cukup disusun dari laporan katanya-katanya atau presentasi yang manis. Semua harus berbasis data riil, yang bisa diuji, dilacak dan dipertanggungjawabkan.
“Kalau datanya lengkap, kerja kita on point. Kalau tidak, kita hanya menebak-nebak dan membuang waktu,” ujarnya.
Salah satu contoh, ribuan warga sudah mendapat pekerjaan lewat Job Fair Dinas Ketenagakerjaan sepanjang 2025. Namun tanpa data yang rapi, Pemko tidak bisa membaca pola/jenis pekerjaan apa yang paling dicari, pendidikan apa yang paling dibutuhkan pasar, hingga program pelatihan apa yang harus ditambah.
“Data itu bukan hanya laporan. Itu arah masa depan,” tegasnya.
Sementara Kadis Kominfo sekaligus Wali Data Kota Medan Arrahmaan Pane mengatakan, Kominfo dan BPS telah melakukan roadshow bimbingan teknis ke delapan PD. Kini seluruhnya sudah memiliki tim data.
Hasilnya 580 dataset terkumpul dari Tltarget 644 dataset dalam kurun waktu 2 bulan, sehingga yang sudah bisa dibagipakaikan melalui portal Medan Terkini: 1.768 dataset yang lengkap dengan metadatanya.
“Angka yang jelas, konkret dan menunjukkan bahwa Medan tidak lagi bermain di level wacana,” tegas Arrahmaan Pane. (RobS/RS)

