-->

APH Diminta Periksa Penggunaan Dana BOS SD Pertamina Pangkalan Berandan

Sebarkan:

  



Kondisi SD Swasta Pertamina Pangkalan Berandan yang terlihat pekarangannya kumuh.(mol/simamora)


LANGKAT | Pemerintah pusat setiap tahun nya menggelontorkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk PAUD sebesar Rp600.000 persiswa, SD: sebesar Rp940.000 persiswa, SMP sebesar Rp1.160.000.
persiswa.

Kemudian SMA sebesar Rp1.590.000 persiswa, SMK sebesar  Rp1.690.000 persiswa, SLB sebesar Rp3.690.000 persiswa, Paket A sebesar Rp1.300.000 persiswa, sebesar Paket B: Rp1.500.000 persiswa dan Paket C sebesar Rp1.800.000 persiswa.

Dengan jumlah pemebiayaan sekolah yang bersumber dari dana BOS yang cukup fantastis masih banyak terdapat sekolah yang melakukan pengutipan uang sekolah atau yang kerap disebut uang SPP dan banyak kutipan lainnya yang dibebankan kepada orangtua siswa.

Seperti yang terjadi di SD Swasta Pertamina pangkalan Berandan memiliki siswa siswi sebanyak 129 orang dengan besaran dana BOS yang diterima sebesar Rp.121.260.000 pertahun nya yang dicairkan dengan dua termenisasi.

Selain itu SD Swasta Pertamina Pangkalan Berandan tersebut sampai saat ini masih melakukan pengutipan uang sekolah atau Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) setiap bulannya.

Siswa SD Swasta Pertamina Pangkalan Berandan harus membayar uang SPP setiap bulannya sebesar Rp. 55.000 persiswa.

Ada juga pengutipan uang baju olahraga RP.110.000 persiswa, kemudian uang buku paket RP. 420.000 persiswa dan jika siswa tidak membeli buku IPA siswa tersebut harus membayar Rp. 400.000 persiswa.

Selain uang SPP, pihak sekolah SD Swasta Pertamina Pangkalan Berandan ini juga kerap melakukan pengutipan dari siswa sebesar RP. 15.000 persiswa yang katanya untuk olahraga, demikian dikatakan Tokoh Masyarakat Babalan, Suwardi.

"Seharusnya pihak sekolah itu lebih mementingkan kenyamanan siswa siswi dalam proses belajar, bagaimana siswa belajar dengan nyaman kalau bangku belajar siswa sudah pada rusak" ucap Suwardi.

Selain itu kata Suwardi, lingkungan sekolah SD Swasta Pertamina juga terlihat kumuh bagai tidak ada perawatan, yang menjadi pertanyaan kemana perginya dana BOS yang segitu besar, terang Suwardi sembari meminta Aparat Penegak Hukum (APH) periksa kepala sekolah SD Swasta Pertamina pangkalan Berandan.

Terpisah, Kepala SD Swasta Pertamina Pangkalan Berandan, Fahri dikonfirmasi melalui sambungan telepone, mengatakan "saya masih di yayasan, chat aja ya pak"

Saat ditanya melalui pesan WhatsApp mengenai besaran uang SPP dan berbagai kutipan lainnya yang dibebankan kepada siswa, Fahri mengatakan"pak saya lagi rapat, data semua sudah masuk ke dinas". ucapnya singkat.(m/lkt1)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini