Dapat Penghargaan di Hari Kartini, Ini Sosok Warnida Guru TKS yang Sudah Mengabdi 8 Tahun di Daerah Terpencil Madina

Sebarkan:

Warnida S.Pd.I. Guru TKS di SD Negeri 339 Pulau Tamang, yang mendapat penghargaan bidang pendidikan di Hari Kartini. 

MANDAILING NATAL | Seorang guru tenaga kerja sukarela (TKS) di SD Negeri 339 Pulau Tamang, Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), namanya membikin kagum. 

Ialah Warnida, perempuan 32 tahun warga Desa Pasar Batahan, Kecamatan Batahan. Guru muda ini mendapat penghargaan dari Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE-KIM), karena dinilai berjasa dan berprestasi pada bidang pendidikan di Kabupaten Madina. 

Penghargaan diserahkan oleh ibu Presiden Iriana Joko Widodo secara hybrid di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubsu, dalam rangka perayaan Hari Kartini ke 144, Kamis (21/4/2022). 

Warnida, lulusan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (Stain) Madina, ia mengambil jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI). Pada tahun 2014 silam ia pun menyelesaikan studinya. 

Kini, terhitung ia sudah 8 tahun mengabdikan diri mengajar di SD Negeri 339 Pulau Tamang, salah satu daerah tertinggal, terluar, terpencil di Kabupaten Madina. 

Pada tahun 2014 lalu, usai menyelesaikan studi kuliahnya. Warnida pun memilih menjadi guru di SD Negeri 339 Pulau Tamang. Awalnya, jadi guru komite kemudian statusnya menjadi guru TKS.

Sebenarnya, Warnida sendiri mengaku diterima di beberapa sekolah yang ada di Kecamatan Batahan, namun ia menolak karena posisi yang ditawarkan itu tidak menjadi pengajar atau guru. 

"Di sekolah Batahan inipun sebenarnya ada diterima, tapi bukan mengajar. Yang ditawarin posisinya kek jadi TU gitu di sekolah," katanya, memulai pembicaraan dengan Media ini, saat dihubungi Kamis (21/4/2022). 

Warnida tak mau kalau bukan harus menjadi seorang guru. Karena kecintaannya itulah tawaran mengajar di SD Negeri 339 Pulang Tamang, daerah tepencil itu ia terima. 

"Awalnya memberanikan dirilah ke sana, ada saudara nawarin jadi guru TKS karena kekurangan guru di sana," kata Warnida. 

Sekitar 4 tahun lamanya Warnida tinggal menetap di Pulau Tamang. Namun, pada tahun 2018 lalu, ia bersama suami pun memilih tinggal di Desa Pasar Batahan.

"Tahun 2016 kemarin menikah, suami mengajar guru TKS SMP di sini. Dulu yang bolak balik suami, karena kan gaji dari honorer ini tak cukup untuk memenuhi kebutuhan. Suami punya pekerjaan lainnya, yakni jemur-jemur ikan," ungkapnya. 

Ibu dua anak ini setiap hari dari rumahnya berangkat ke sekolah pukul 06.30 WIB. Untuk sampai ke sekolah itu harus menyeberangi sungai dan lautan dengan menaiki kapal. 

Tak jarang pula, bila cuaca tak lagi mendukung, langkah Warnida untuk mencerdaskan anak-anak di pelosok Desa itupun terhenti. Hal itu, karena kapal tak mau menyebrang. 

Warnida juga harus rela merogoh kocek sebesar 20 ribu setiap harinya, untuk biaya ongkos kapal pulang pergi.

"Untuk biaya keluarnya lumayan banyak juga. Belum biaya minyak sepedamotor. Tapi gak apa-apa, kan pengabdian," tuturnya.

Sejak 3 tahun belakangan, Warnida pun merasa bersyukur karena ada mendapat tambahan tunjangan sedikit, selain hanya menerima gaji sebesar Rp,1 juta di setiap bulannya. 

Di SD Negeri 339 Pulau Tamang Warnida jadi guru kelas untuk kelas satu dan dua. Jumlah siswanya sekitar dua puluhan dari masing-masing kelas. 

Di situ ada 3 guru yang mengajar dan satu untuk penjaga sekolah. 

"Kepala Sekolah (PNS), mengajar juga ke siswa-siswa, satu lagi ada honorer komite. Satu penjaga sekolah yang PNS juga, dan sebentar lagi mungkin pensiun," terangnya. 

Warnida sendiri mengaku tak menyangka bisa mendapatkan penghargaan di bidang pendidikan di Kabupaten Madina yang diberikan oleh OASE-KIM tersebut. 

Meski tidak menghadiri langsung ke acara pemberian penghargaan itu, Warnida pun tak lupa mengucapkan rasa syukurnya dan terima kasihnya. 

Terakhir, Warnida juga turut berharap mendapat perhatian dari pemerintah. 

"Kalau bisa ada kuota formasi untuk guru PAI ke sekolah Pulau Tamang. Dan kalau ada pengangkatan ASN bisa diangkat. Kalau pun gak bisa jadi ASN, PPPK juga gak apa-apa," harapnya. (SRL/Sahrul) 


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini