Kejati Sumut Selamatkan Aset Sport Center Nantinya Digunakan di PON 2024

Sebarkan:

  


Kajati IBN Wismantanu, Gubsu Edy Rahmayadi dan Kapoldasu beserta masyarakat penggarap swafoto bersama. (MOL/Pnkm Kjtsu)



MEDAN | Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) berhasil menyelamatkan salah satu  aset Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), Sport Center menyusul sebanyak 145 warga penggarap di Desa Sena, Kecamatan Batangkuis, Kabupaten Deliserdang menyerahkan tanah garapan mereka.


Hal itu diungkapkan Kajati Sumut IBN Wiswantanu, Senin (27/9/2021) di sela-sela acara Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan Penyerapan Anggaran di Hotel Grand City Hall Medan,


Pengembalian aset seluas 243 hektar dari 300 hektar ditaksir senilai Rp152 miliar tersebut menurut rencana akan dibangun lokasi Sport Center dan selanjutnya diserahkan ke Pemprovsu.


Tindakan penyelidikan yang sudah dilakukan Kejati Sumut tidak lain bertujuan untuk membantu pemerintah khususnya Pemprovsu dalam mendorong percepatan pembangunan Sport Center yang merupakan salah satu proyek strategis di provinsi dikenal dengan keheterogenannya ini.


Bahkan para penggarap telah berjanji mencabut semua gugatan di pengadilan dan telah juga mencabut semua upaya hukum baik kasasi di Mahkamah Agung (MA-RI).


"Proyek pembangunan Sport Center ini akan digunakan untuk perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI tahun 2024 mendatang di mana Provinsi Sumut sebagai salah satu tuan rumah.


Selain itu Kejati Sumut juga turut membantu PTPN II dalam mengatasi permasalahan tentang tanah dan penyelamatan aset–aset BUMN yang cukup pelik di Sumut," kata IBN Wiswantanu.


Bentuk Tim


Sementara itu Kasi Penkum Kejati Sumut Yos Arnold Tarigan menambahkan, penyelamatan aset tersebut dilakukan dengan sebelumnya membentuk Tim Penyelidikan melalui Surat Perintah Operasi Intelijen tanggal 2 Juli 2021.


Dari hasil operasi tersebut diketahui tanah tersebut digarap oleh oknum warga masyarakat yang telah menguasai dan memilikinya sehingga mengakibatkan terkendalanya penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan pembangunan Sport Center oleh Pemprovsu. 


Guna percepatan pembangunan untuk kepentingan negara terealisasi, lanjut Yos, maka Kajati Sumut IBN Wiswantanu melalui Asisten Intelijen (Asintel) Dwi Setyo Budi Utomo memerintahkan agar dilakukan tindakan yustisia lewat pendekatan persuasif untuk mengamankan tanah di lokasi Sport Center dari para penggarap.


"Masyarakat penggarap menyerahkan lahan tersebut dan membuat surat pernyataan secara sukarela seluas 243 hektar kepada Kejati Sumut dan berjanji tidak lagi menggarap, menguasai dan melakukan tindakan hukum keperdataan atas tanah tersebut," pungkasnya. (ROBS)




Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini