-->

Sapma IPK Minta Walikota Copot Kadisdik Kota Medan

Sebarkan:

MEDAN |
Sapma IPK Kota Medan melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Dinas Pendidikan Kota Medan, Selasa (12/1/2021).

Dalam aksi damai itu, mereka menuntut carut marutnya di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Medan. "Dalam aksi damai ini kita kritik keras Dinas Pendidikan Kota Medan," ujar salah seorang pengurus Sapma IPK Kota Medan, Fachrul Rozi kepada wartawan.

Menurutnya, carut marut yang mereka maksud adalah soal penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). "Setoran sertifikasi guru dan pungli dana Paud, dan fungsi di lingkungan Dinas Pendidikan Nasional Kota Medan," sambungnya.

Dikatakannya, bukan rahasia lagi di Dinas Pendidikan Kota Medan melakukan praktek kotor. Bahkan, hal tersebut sudah berlangsung tanpa ada tindakan tegas.

Hal ini membuat membuat Satuan Pelajar dan Mahasiswa (Sapma) Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kota Medan merasa geram dan meminta Walikota segera mencopot Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kota Medan.

"Kita meminta walikota untuk mencopot kadis karena dugaan praktek kotor tersebut," tegasnya.

Tidak hanya itu, dugaan pungli tersebut juga imbas dari lemahnya Kadis Dinas Pendidikan Kota Medan menghadapi bawahannya. "Dunia pendidikan Kota Medan bisa hancur disebabkan Kadis yang tutup mata pada praktek kotor di instansinya dan tak memiliki power dan leadership memimpin instansi," beber Fachrul.

Ironisnya, Kadis Pendidikan Kota Medan tak berdaya dan tidak memiliki power untuk menertibkan praktek kotor di lingkungan dinas yang dipimpinnya.

Sebagai organisasi yang mewadahi pelajar dan mahasiswa, Sapma IPK Kota Medan merasa terpanggil untuk mengkritisi.

"Sapma sebagai wadah bagi pelajar dan mahasiswa terpanggil untuk mengkritisi kondisi ini. Kita meminta kepada Walikota Medan untuk mencopot kadis dan memutasi pejabat Dinas Pendidikan Kota Medan "dalang" carut marutnya di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Medan," ucapnya mengakhiri.

Hingga berita ini dimuat, redaksi belum berhasil mendapat konfirmasi dari Kadis perihal tuduhan massa tersebut. (rel)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini