-->

KBBR: Pak TSO..! Ada Bocah Penderita Hidrosefalus di Palas Butuh Uluran Tangan

Sebarkan:


PADANG LAWAS
| Pengurus Bumi Balakka Marholong (BKM) pada Korps Bumi Balakka Raya (KBBR) Kabupaten Padang Lawas Utara(Paluta) menjenguk Adzra Izzatun Nisa, 17 bulan, penderita penyakit langka Hidrosefalus warga pasar Sibuhuan, Kabupaten Padang lawas (Palas), Sumatera Utara, Selasa (17/11/2020).

Kehadiran pengurus BKM dan juga Ketua KBBR Habibi P Harahap serta tampak di dampingi aktivis Palas Fahmi Lubis ke kediaman keluarga Izza untuk menyerahkan uang sebesar Rp 4.200.000 (empat juta dua ratus) kepada ibu Hartati, 27, untuk membantu pengobatan anaknya Adzra Izzatun Nisa. 

Uang tersebut merupakan hasil dari aksi penggalangan dana yang di laksanakan oleh BKM KBBR dua hari berturut-turut di pasar Gunung tua, Kecamatan Padang Bolak, Paluta.

Dalam kesempatan tersebut, Hartati juga bercerita kepada Ketua KBBR Habibi P Harahap dan aktivis Palas Fahmi Lubis sekilas tentang kronologis dan persoalan yang tengah di hadapi Hartati.

Diantaranya, terkait belum memiliki BPJS dan KTP serta himpitan ekonomi yang membelunggunya terutama di masa pandemi saat ini.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum KBBR Paluta Habibi P Harahap menyampaikan dukungan moril kepada keluarga agar selalu tabah dan semangat serta berikhtiar maksimal untuk kesembuhan Izza.

Selain itu, kepada awak media, Habibi juga meyampaikah harapannya kepada Bupati Padang lawas TSO begitu juga dan Instansi terkait, Bapak Presiden Indonesia dan juga segenap unsur lapisan masyarakat.

"Saya harapkan semua pihak itu untuk turut memperhatikan dan membantu kesembuhan Izza, agar kembali pulih seperti anak anak pada umumnya. Ini adalah persoalan kemanusiaan,"kata Habibi.

Diketahui, Adik izza terbaring sakit menderita sakit "Hidrosefolus" sejak masih usia 4 bulan hingga sekarang dan keluarga terus melakukan uapaya upaya maksimal demi kesembuhan izza.

Dari keterangan Ibunya, Hartati, Izza belum pernah berobat medis karena kendala biaya dan Izaa saat ini sedang menjalani perobatan terapi atau perobatan alternatif serta sudah berjalan selama dua minggu.

"Selama dua minggu menjalani perobatan alternatif, Alhamdulillah sudah ada perobahan pada anak saya. Diantaranya tangannya sudah mau bereaksi mau memegang dodot minumnnya, bentuk kepalanya juga suda ada perubahan," kata Hartati.

Hartati berencana, Izza akan terus menjalani perobatan alternatif di sebuah pelosok perkampungan di tengah perkebunan trans aliaga Sosa selama lima bulan kedepan.

Hidrosefalus adalah penumpukan cairan di rongga otak dan meningkatkan tekanan pada otak pada bayi dan anak-anak, sehingga ukuran kepala membesar. Sedangkan pada orang dewasa, kondisi ini bisa menimbulkan sakit kepala hebat.(Ginda)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini