Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Harga Gambir di Pakpak Bharat Turun Menjadi 21.000/KG

Tim Redaksi: Rabu, 09 Oktober 2019 | 19:37 WIB

Pakpak Bharat | Setelah Merasa gembiria dengan kabar kenaikan harga jual gambir di tingkat petani di daerah kabupaten Pakpak Bharat, Pada awal bulan Oktober di daerah ini kembali di Kejutkan dengan harga jual gambir yang kembali turun dan kini berada di kisaran Rp. 21.000- Rp. 22.000/Kg.

“Sudah sempat senang kita yang bertani gambir ini soalnya, lepas bulan Juli lalu harga gambir naik dan bertahan beberapa bulan di harga Rp. 34.000 Pekilonya, Tapi minggu ini sudah turun lagi jadi Rp. 22.000,- Perkilonnya, “ucap G Boangmanalu salah satu Petani Gambir di Desa Aornakan Kecamatan Pergetteng getteng Sengkut , Rabu (09-10-2019)

“Gimana gak bingung kita liat kondisi harga Gambir yang kembali turun. Menurut informasi dari toke di sini, harga jual gambir akan kembali turun hingga di harga Rp. 20.000, Perkilonya Nantinya terangnya.

Dikatakan dia , selama beberapa beberapa bulan belakangan ini harga gambir bisa tembus sampai Rp. 50.000, Perkilonya, petani sudah bias menikmati hasil penjualan gambirnya.
Disebutkannya, luas kebun gambir miliknya 3 hektare, yang sudah siap di olah menjadi gambir, setiap satu kali per minggu hasil gambir bias mencapai 60-70 Kg/minggunya.

Senada itu, P Berutu (30) salah satu petani Gambir di Desa Bandar Baru Kec. STTU Jehe kabupaten Pakpak Bharat Mengeluhkan, kondisi penjualan harga gambir di tempatnya yang juga mengalami penurunan.

“Kalau disini, saat ini harga jual gambir Rp. 21.000 perkilo. Harga tersebut sudah turun dari sebelumnya Rp.50.000 perkilo. Gak tau kita entah gimna kondisi harga gambir di daerah kita ini, “ungkapnya.

Namun, Petani gambir di daerah ini sangat berharap peran aktif dari pemerintah untuk bias menstabilkan harga jual gambir di tingkat petani . “soalnya, kebun Gambir di daerah Pakpak Bharat ini masih cukup luas dan masih banyak warga yang bertani gambir disini. (SM)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html