Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Waspadai Kebakaran, Babinsa Koramil 14/Kotanopan Bersama Polhut Gelar Patroli Hutan

Tim Redaksi: Senin, 18 Maret 2019 | 16:15 WIB

Waspadai Kebakaran, Babinsa Koramil 14/Kotanopan Bersama Polhut Gelar Patroli Hutan
Waspadai Kebakaran, Babinsa Koramil 14/Kotanopan Bersama Polhut Gelar Patroli Hutan
Madina | Babinsa Koramil 14/Kotanopan Kodim 0212/Tapsel bersama Anggota Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) Kabupaten Mandailing Natal secara rutin melakukan patroli hutan dalam rangka waspada bencana alam Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Desa Sopo Sorik Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal, Senin (18/03/2019).

Patroli ini dilaksanakan secara menyeluruh baik di lokasi yang rawan kebakaran maupun di lokasi di dekat pemukiman penduduk,  Kegiatan patroli perlu dilakukan mengingat beberapa minggu sebelumnya sudah mulai muncul adanya titik panas yang terdeteksi oleh satelit.

disamping patroli hutan, Babinsa Koramil 14/Kotanopan Sertu Herman bersama Anggita Polisi Hutan juga melaksanakan kegiatan sosialisasi dan himbauan kepada warga masyarakat tentang larangan membakar hutan dan lahan.

Tak bosan-bosannya Babinsa juga menyampaikan sosialisasi tentang bahaya kebakaran hutan dan lahan kepada masyarakat sekitar agar tidak membakar lahan secara sembarangan, karena apabila masyarakat sengaja membakar lahan maka akan ada sanksi hukum yang berlaku bagi masyarakat yang membakar hutan dan lahan.

Kegiatan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang dilaksanakan ini merupakan bagian dari bentuk komunikasi dan koordinasi serta memberikan pemahaman kepada masyarakat desa menuju Masyarakat Bebas Api.

Lebih lanjut menurut Babinsa, aksi bakar lahan sama sekali tidak dibenarkan, sehingga memang perlu mendatangi warga satu persatu agar bisa sadar untuk bersama-sama memerangi karhutla.

“Caranya adalah dengan mendatangi para warga desa untuk meningkatkan komunikasi sosial serta menyampaikan himbauan terkait larangan karhutla. Pada prinsipnya warga mendukung kegiatan ini dan akan bersama-sama menjaga hutan dan lahan agar tidak sampai terjadi kebakaran,” ujar Sertu Herman.

Penyebab dari kebakaran hutan dan lahan terjadi, akibat kecerobohan dalam membuka lahan itu sendiri dengan alasan dapat menghemat biaya dan tenaga, padahal efek dari kebakaran itu sangat banyak sekali dan sudah sering kita rasakan beberapa tahun yang lalu yaitu salah satunya banyaknya kabut asap yang timbul dan dapat merusak kesehatan bagi yang menghirupnya, disamping itu juga dapat merusak ekosistem alam yang ada. Pungkasnya. (Syahrul)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html