loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Pura-pura Tewas, Jimmy Aritonang Selamat dari Penembakan Kelompok Bersenjata di Papua. Ini Kisahnya...

Tim Redaksi: Rabu, 05 Desember 2018 | 14:06 WIB

Jimmy Aritonang menceritakan kisahnya
PAPUA|Jimmy Aritonang, karyawan PT Istaka Karya salah satu korban selamat dari penembakan kelompok separatis bersenjata di jalur Trans Papua. Dia menceritakan detik-detik mencekam penembakan sadis itu.

Cerita Jimmy kepada anggota TNI yang melakukan evakuasi kemudian diteruskan kepada Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi.

Aidi mengungkapkan awalnya seluruh karyawan PT Istaka Karya memutuskan tidak bekerja pada 1 Desember yang merupakan Hari Kemerdekaan KKSB.

Baca Juga: Jenazah Jepri Simaremare Disambut Isak Tangis di Rumah Duka, Ini Videonya...

“Bahwa pada tanggal 1 Desember 2018 seluruh karyawan PT Istaka Karya memutuskan untuk tidak bekerja karena pada hari itu ada upacara peringatan 1 Desember yang diklaim sebagai hari kemerdekaan KKSB dan dimeriahkan dengan upacara bakar batu bersama masyarakat,” kata Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi, Rabu (5/12/2018).

Setelah itu, KKSB tiba-tiba mendatangi tempat kemah atau kamp karyawan PT Istaka dan memaksa para pekerja keluar menuju Kali Karunggame. Saat berjalan keluar, para pekerja diikat tangannya dengan dikawal KKSB yang memakai senjata.

Baca Juga: Anggota Brimob Juga Jadi Korban Penembakan Kelompok Separatis Papua

“Sekitar pukul 15.00 WIT, kelompok KKSB mendatangai Kamp PT Istaka Karya dan memaksa seluruh karyawan sejumlah 25 orang keluar. Selanjutnya digiring menuju kali Karunggame dalam kondisi tangan terikat dikawal sekitar 50 orang KKSB bersenjata campuran standar militer,” tutur Aidi menyampaikan cerita Jimmy.

Pada Minggu (2/12/2018), seluruh pekerja diminta berbaris berjalan jongkok dengan tangan terikat menuju bukit puncak Kabo. Akhirnya, mereka ditembaki KKSB dengan menari-nari sambil teriak suara hutan khas pendalaman Papua. Namun ada beberapa karyawan yang pura-pura meninggal.

“Tidak lama kemudian para KKSB dalam suasana kegirangan menari-nari sambil meneriakkan suara hutan khas pedalaman Papua, mereka secara sadis menembaki para pekerja. Sebagian pekerja tertembak mati di tempat. Sebagian lagi pura-pura mati terkapar di tanah,” jelas dia.

Baca Juga: Dua dari 24 Korban Tewas Ditembaki di Papua Ternyata Orang Batak

Sebelas karyawan yang pura-pura meninggal disebut meninggalkan lokasi setelah KKSB melanjutkan perjalanannya ke Puncak Kabo. Saat karyawan melarikan diri, ada KKSB yang melihat dan langsung menembaki mereka termasuk Jimmy.

“Setelah itu KKSB meninggalkan para korban melanjutkan perjalanan menuju bukit Puncak Kabo, 11 orang karyawan yang pura-pura mati berusaha bangkit kembali dan melarikan diri. Namun malangnya mereka terlihat oleh KKSB sehingga mereka dikejar. Lima orang tertangkap dan digorok oleh KKSB (meninggal di tempat), 6 orang berhasil melarikan diri ke arah Mbuah, 2 orang di antaranya belum ditemukan sedangkan 4 orang (dia ntaranya saksi Jimmy Aritonang) selamat setelah diamankan oleh anggota TNI di Pos Yonif 755/Yalet di Mbua,” tutur dia.

Baca Juga: 31 Pekerja Proyek Jalan Ditembaki di Papua

Menurut Aidi, berdasarkan kesaksian Jimmy korban meninggal dunia ada 19 orang pekerja. “Menurut keterangan saudara JA (Jimmy Aritonang) jumlah korban yang dipastikan meninggal dunia dibantai oleh KKSB di lereng bukit puncak Kabo adalah 19 orang,” kata Aidi.

Aldi menambahkan Satgas gabungan TNI-Polri sudah berhasil menguasai Mbua dan melaksanakan evakuasi korban.(int)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html