Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Jelang Nataru, Calo Kian Marak di Bandara Kualanamu

Tim Redaksi: Senin, 10 Desember 2018 | 09:09 WIB

Kualanamu | Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019, praktek calo tiket serta lainnya, semakin  marak di area terminal Bandara kualanamu. Hal ini terkesan  dibiarkan petugas sehingga banyak calon penumpang resah.

Informasi yang diperoleh, sindikat calo ini sangat rapi bahkan mereka tidak segan ribut  dengan penumpang kalau tidak sesuai dengan apa yang di hati mereka.

”Kita berharap pada petugas melakukan tindakan tegas bila perlu membasmi calo ini karena sudah meresahkan,” ujar Fendi salah seorang penumpang tujuan Jakarta, Senin 10/12.

Ia juga heran kenapa sekelas Kualanamu masih ada calo. Apalagi saat ini, AP II sedang konsen meningkatkan pelayanan Bandara untuk meraih predikat bintang 5 versi Skytrax.

Kalau kondisi seperti ini terus, jangankan bintang lima bintang 4 Skytrax, apa yang saat ini sudah diraih Bandara Kualanamum bisa turun. Sebab, salah satu penilaian tersebut adalah pelayanan dan kenyamanan.

"Kalau penumpang tidak nyaman karena aksi oleh segelintir calo maka ini akam membuat imej buruk," ujarnya lagi.

Maraknya kembali calo ini semenjak beberapa bulan terakhir, apalagi  calo tiket. Hal ini terjadi menurut sebagian kalangan tidak lain semakin kendornya pengawasan petugas melakukan razia seperti hari sebelumnya.

Apalagi calo eks Bandara Polonia diduga sudah masuk lagi ke bandara Kualanamu melakukan praktek percaloan. Mereka seperti tim, bahkan ada yang sudah beranak pinak mualai dari  bapak, anak hingga menantu.

Manager Airport Duty Kualanamu Luas Tambunan yang dikonfirmasi menegaskan pihaknya dalam waktu dekat akan membentuk tim untuk melakukan razia terhadap  berbagai bentuk calo yang ada di Bandara Kualanamu.

Menurutnya tidak ada tempat bagi para pelaku praktik ilegak itu di area bandara Kualanamu, apa lagi sudah sempat meresahkan penumpang. Karena di area bandara ini semua harus jelas punya izin dan punya PAS Bandara.

“Dalam minggu ini tim gabungan akan dibentuk untuk melakukan razia sekaligus pengamanan Nataru," pungkasnya.(wan)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html