loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Melihat Produksi Kolang Kaling di Langkat

Tim Redaksi: Jumat, 25 Mei 2018 | 14:15 WIB


Kolang-kaling, nama ini tentu sudah tidak asing lagi di telinga. Ya, kolang-kaling adalah buah dari tanaman Anua atau Aren yang dapat dimanfaatkan untuk bahan manisan, kolak, dan beberapa jenis makanan lainnya.

Umumnya, buah kolang-kaling yang berwarna putih ini banyak diminati saat bulan suci Ramadhan serta Idul Fitri. Buah kolang-kaling disajikan saat berbuka puasa maupun manisan ketika lebaran tiba. 

Lantas, bagaimana produksi kolang-kaling saat Ramadhan tahun ini? Untuk mencari tahu hal tersebut, mari kita mengunjungi lokasi produksi kolang-kaling di Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Jumat (25/5/2018).

Ketika sampai di lokasi, terlihat tumpukan kolang-kaling yamg belum dikupas. Sejumlah ibu rumah tangga juga terlihat mengupas atau memisahkan isi kolang-kaling dengan kulitnya, sementara para pria sibuk memasak/merebus kolang-kaling sebelum dikupas oleh kaum ibu.

Rusli, pengusaha kolang-kaling yang ditemui, mengatakan, produksi buah kolang-kaling pada Ramadhan ini cukup tinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya.

"Kalau bulan-bulan biasa, kami cuma produksi 10 ton per bulan. Kalau jelang Ramadhan sampai saat ini, kami bisa produksi 200 ton per bulan," ungkapnya. 

Untuk penjualan, lanjut Rusli, pihaknya mengirim hingga ke Aceh dan Pulau Jawa. "Paling jauh kami kirim ke Thailand," ucap Rusli sambil menunjuk mobil Cold Diesel yamg akan mengirim 8 ton kolang-kaling ke Jawa.

Rusli menerangkan, proses kolang-kaling sampai siap edar dapat memakan waktu sampai tiga hari.

"Tahap awal kita rebus selama satu setengah jam, setelah itu dikupas, ditumbuk, direndam, cuci dan terakhir dikemas," paparnya sambil menegaskan, kolang-kaling yang diproduksinya bebas pengawet dan pemutih.

Buah kolang-kaling ini, sambung Rusli, berasal dari daerah luar, seperti Siantar, Tarutung, dan daerah lainnya.

"Kita tidak gunakan buah lokal karena isinya kecil. Kalau kami bilang buah anggur, bentuknya bulat," beber Rusli. 

Untuk saat ini, tambah Rusli, harga kolang-kaling mencapai Rp.8000 per kilogram.

"Kalau kata orang-orang, inilah buah gatal sumber rezeki. Ya Alhamdulillah, bulan Ramadhan ini omset bertambah," imbuhnya. (lkt-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html