loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Sungai Bedera Tercemar, DPRD ke Pemko Medan: Cek IPAL Pabrik di Sekitar DAS

Tim Redaksi: Minggu, 01 April 2018 | 13:42 WIB


Pencemaran Sungai Bedera, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan yang diakibatkan dari sampah dan limbah, Pemko Medan diminta untuk mengecek dan mengawasi pabrik yang berdiri di sekitaran daerah aliran sungai (DAS).

"Ini harus segera disikapi oleh Pemko Medan, kita minta kepada dinas lingkungan hidup untuk segera mengecek instalasi pengelolahan air limbah (IP‎AL) pabrik yang ada di sekitar sungai itu," tegas Anggota DPRD Medan, H T Bahrumsyah, Minggu (1/4/2018).

Selain itu, lanjur Ketua Fraksi PAN DPRD Medan itu, pemerintah harus bisa menertibkan pabrik-pabrik yang tidak memiliki perizinan, ini yang memicu pencemaran lingkungan di sekitaran pabrik yang berimbas ke sungai.

"Kita tahu, pada umumnya pabrik beroperasi dengan menggunakan kimia, jadi ini harus dicek kembali, apakah perusahaan yang ada di sekitar sungai itu sudah memenuhi unsur dalam pengolahan limbah‎," ungkap Bahrumsyah.

Dikatakan wakil rakyat Dapil V ini, ‎dengan lemahnya pengawasan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), selama ini ada 5 sungai di Kota Medan, tapi sungai-sungai itu tercemar dari limbah pabrik. Untuk itu, diminta segera disikapi, jangan menjadi masalah kedepannya.

"Ini sangat berbahaya bagi lingkungan, nelayan dan budidaya sungai. Jadi, ‎kita duga banyak pabrik yang punya dokumen bodong tidak memiliki izin AMDAL dan IPAL. Kita tahu, tenaga pengawas cukup minim, kita minta kepada Pemko Medan untuk menambah tenaga pengawas dan penyidik di Dinas Lingkungan Hidup," sebut Bahrumsyah.

Tak hanya masalah limbah, lanjut Bahrumyah, ‎pencemaran sungai juga diakibatkan dari sampah, seharusnya tenaga pembantu pemerintah seperti kepling harus lebih fokus untuk mengurus lingkungan khususnya masalah sampah. 

"Jadi, kita minta kepada camat untuk proaktif mengecek sekita lingkungannya, gerakan kepling agar bisa menghimbau dan mengawasi sampah- sampah di masyarakat, jadi sampah tidak dibuang sembarangan ke sungai," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia (PNTI) Kota Medan, Rahman mengaku, para nelayan muara yang berada di sekitaran Sungai Bedera masih khawatir dengan pencemaran sampah dan limbah ‎yang tercemar setiap hari.

"Kami dari nelayan sekitar, sudah melakukan pertemuan, masalah ini sudah kami laporkan ke camat. Kami punya rencana untuk bergotong royong membersihkan sampah, selain itu meminta agar pabrik-pabrik yang membuang limbah sembarang untuk segera disikapi," ungkap Rahman.

Sebelumnya, Camat Medan Marelan, T Chairuniza mengatakan, pihaknya sudah mengecek kondisi sungai yang tercemar, untuk masalah kotoran limbah akan segera mereka surati ke Dinas Lingkungan Hidup. 

Mengenai masalah sampah, pihaknya akan segera turun bersama perangkat lurah dan kepling untuk gotong royong membersihkan sampah, sekaligus menghimbau kepada masyarakat.

"Rencana besok (hari ini, red) kita surati ke dinas terkait, agar di cek pabrik-pabrik yang diduga membuang limbah ke sungai. Untuk masyarakat akan kita himbau melalui spanduk agar menjaga kebersihan sungai," terang Chairuniza. (mu-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html