Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Cabup Langkat: Saya Tak Mau Berjanji, Karena Janji Selalu Diingkari

Tim Redaksi: Minggu, 25 Maret 2018 | 18:07 WIB


Jelang ahir pekan kemarin, Calon Bupati Langkat, Terbit Rencana PA SE alias Cana, mengunjungi sejumlah Kelurahan dan Desa di Kecamatan Sei Lepan.

Dalam kunjungan ke wilayah Teluk Aru, Cana menyambangi warga masyarakat dari berbagai lapisan.

Dalam temu ramah dan tatap muka inipun berbagai aspirasi disampaikan masyarakat. Mulai dari harapan pembangunan bila Terbit Rencana PA-H Syah Afandin (TERASA) terpilih menjadi Bupati Langkat, hingga berbagai permasalahan lainnya.

Namun, dari berbagai persoalan yang disampaikan warga, yang paling dominan adalah persoalan buruknya insfrastruktur jalan.

Hampir 80% masyarakat yang ditemui mengeluhkan rusaknya jalan-jalan di Dusun dan Desa mereka. Kerusakan yang dirasakan ada yang tahunan sampai puluhan tahun lamanya.

Oleh sebab itulah, titip pesan masyarakat bila pasangan TERASA terpilih menjadi Bupati, saranan jalan masyarakat diperbaiki.

Salah seorang warga yang mengharapkan jalan dusuNnya diperbaiki adalah Jakaria Purba (48) warga Kelurahan Harapan Jaya, Dusun Tani Jaya, Kecamatan Sei Lepan.

Menurut pengakuan pria ini, bila musim hujan jalan dusunnya tersebut akan berubah menjadi bak kubangan kerbau dan sangat sulit dilalui. Sementara bila musim kemarau jalanan akan berdebu hingga menyisakan penyakit kepada masyarakat.

"Jalan kami sudah bertahun-tahun tak pernah diperbaiki, yang kasihan anak sekolah pak Ketua (Cana). Makanya, harapan kami bila bapak terpilih menjadi Bupati, kami sangat berharap jalan kami diperbaiki.” ujar Jakaria seraya menambahkan jalan rusak di Dusunnya tersebut berkisar 3 Km.

Menyahuti hal tersebut, Calon Bupati Terbit Rencana PA SE mengatakan tidak berani berjanji dan tidak mau berjanji untuk itu.

"Mohon maaf kepada bapak-bapak dan ibu-ibu yang hadir disini, disini saya tegaskan kalau saya tidak mau berjanji yang muluk-muluk, misalnya seandainya saya menjadi Bupati akan bangun ini dan itu. Karena, bagi saya janji-janji itu pastinya tidak akan terealisasi nantinya," ujar Cana.

Menurutnya, kebanyakan janji akan dilanggar atau tidak dipenuhi sama yang membuat janji. Persoalan jalan yang dimaksud oleh Jakaria Purba, perbaikannya tidak usah menunggu sampai dirinya jadi Bupati.

"Sebelum ahir bulan ini jalan itu akan kita perbaiki. Saya akan menurunkan alat berat kesana untuk memperbaikinya, setidaknya masyarakat bisa melalui jalan yang becek tersebut dengan nyaman dan tak perlu khawatir lagi. Jangan ditanya darimana angaranya atau dananya, karena saya akan mengunakan dana pribadi mengerjakannya, jadi kita disini tak mau janji-janji manis, kita karya nyata sajalah bukan karya kata," tegas Calon Bupati yang diusung sembilan partai ini disambut tepuk tangan masyarakat.

"Kalau cerita jalan ini, saya memang sor, saya suka sekali membahasnya. Kenapa? Karena menurut saya, sumber kebodohan dan kemiskinan itu adalah jalan ini. Kenapa saya saya katakan begitu? Kalau jalan atau sarana transportasinya sudah bagus, maka masyarakat bisa melakukan aktifitas dengan lancar, geliat perekonomian bisa bertambah baik," tambahnya.

Cana menegaskan, apabila jalan sudah baik, tapi masyarakatnya masih miskin, itu salah dia sendiri karena malas.

Kemudian, dia bercerita tentang seorang kakek tua yang sudah berusia 67 tahun yang mengatakan belum pernah merasakan merdeka. Kenapa dia mengatakan belum merdeka, karena setiap kali dia pergi ke pekan dikampungnya, sejauh 7 Km maka sandal yang dibeli selalu dia pegang. Pergi ke pekan sandal dipegang, sampai di pekan baru dipakai. Begitu juga sebaliknya.

"Memang kondisi jalan dikampung si kakek luar biasa parah, jangankan sepeda motor, kereta kerbau aja ngak bisa lewat. Karena tak ada perhatian dari Pemerintah, akhirnya jalan sepanjang 7 Km tersebut saya perbaiki dengan dana pribadi," ungkap Cana.

"Nah, saat mengawasi pekerjaan perbaikan jalan tersebut, si kakek menemui saya dan mengatakan setelah 67 tahun Indonesia Merdeka baru kali inilah ia merasakan kemerdekaan yang sebenarnya, sebab sudah bisa memakai sandal pergi balik dari rumah sampai kepekan tanpa perlu melepasnya lagi," lanjut Cana. 

Oleh sebab itu, sambung Cana, kalaupun dirinya menjadi Bupati, yang menjadi prioritas dia untuk dikerjakan adalah pembangunan jalan didesa-desa yang kondisinya memprihatinkan.

"Kalau jalan baik, masyarakat pastinya baik. Satu contoh, bila ada masyarakat yang sakit hendak pergi berobat keluar sudah tidak lagi bersusah payah karena sarana jalan sudah baik dan pertolongan bisa cepat didapat," pungkasnya. (ril)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait