
Kabut asap terlihat menutupi bangunan kantor Pelindo di Belawan. (mol/dok).
MEDAN | Warga Kota Medan yang beraktivitas pagi ini wajib waspada. Kota Medan diselimuti MIST atau Kabut Asap tebal yang membuat jarak pandang anjlok, Jumat (16/10/2026) pagi.
Suhu 26°C, kelembapan 96-97%, angin pelan hanya 3 Km/jam membuat asap betah menggantung di Kota Medan.
Sedangkan kualitas udara memburuk dan AQI menyentuh 175 Kategori Tidak Sehat, polutan utama PM2.5 yang sangat berbahaya bagi pernapasa.
BMKG Wilayah I Medan memastikan, tidak ada hotspot karhutla di Sumatera Utara.*
Kondisi ini murni asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan yang terbawa angin dari arah Timur-Tenggara ke Barat Laut menuju Medan dan Sumut.
Artinya, Medan menjadi korban dari karhutla di provinsi tetangga.
Menyikapi kondisi ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan mengeluarkan imbauan agar warga diminta kurangi aktivitas di luar ruangan, terutama saat udara tampak pekat atau jarak pandang menurun. Wajib pakai masker standar jika terpaksa harus keluar rumah.
Warga juga diminta untuk menunda olahraga pagi. Tunggu sampai jam 10-11 siang, karena prakiraan cuaca BMKG menyebut akan ada hujan ringan yang bisa sedikit membersihkan udara.
Jika terpaksa harus keluar, jangan pakai masker kain. Gunakan masker N95/ KN95. Hindari jalur padat kendaraan dan jangan berlama-lama di luar, maksimal <20 menit.
Untuk kelompok rentan sebaiknya di rumah. Anak-anak, lansia, penderita asma, batuk, dan ISPA, jangan dulu beraktivitas di luar dan bagi pekerja proyek dan lapangan, lakukan toolbox talk pagi ini. Wajibkan pakai masker dan kurangi kerja berat di luar ruangan jam 06.00 - 09.00 WIB.
Pemko Medan berharap hujan bisa membantu membersihkan kabut asap kiriman ini. Warga diminta tetap pantau update kualitas udara dari DLH Medan dan BMKG. (RE Maha/REM).
