![]() |
| Pengaman jelang kunjungan Kapolri ke Dermaga Bandar Deli, Belawan diperketat dan lapangan parkir penuh. (mol/dok). |
MEDAN | Pelabuhan Pelindo Bandar Deli Belawan, Sumatera Utara mendadak jadi pusat perhatian nasional, Jumat (23/10/2026).
Pasalnya, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dan Kepala BNN RI akan turun langsung memimpin Konferensi Pers Pengungkapan Narkoba Jaringan Internasional hasil tangkapan operasi kerjasama BNN RI, Bareskrim Polri dan Ditjen Bea dan Cukai.
Barang bukti yang dipamerkan bikin merinding berupa narkoba 2,2 ton terdiri dari jenis methamphetamin atau sabu sebanyak 1,1 ton dan ketamine HCL 1,16 ton.
Narkoba ini adalah hasil penyitaan dari kapal tanker KM Global 168 yang beberapa hari lalu dibekuk di Selat Malaka dan kini telah sandar di dermaga Bandar Deli, Pelabuhan Belawan.
Pantauan di lapangan, sejak pukul 08.00 WIB, kondisi di Pelabuhan Pelindo Bandar Deli Belawan sudah sangat padat.
![]() |
| Sejumlah persiapan dilakukan untuk acara konferensi pers di dermaga Bandar Deli, Pelabuhan Belawan.( mol/dok). |
Ratusan wartawan nasional, pejabat BNN, Bea Cukai, dan Polri berseragam lengkap memenuhi lokasi. Masyarakat nelayan dan warga Belawan juga tumpah ruah ingin melihat langsung tumpukan sabu berton-ton yang selama ini merusak kampung mereka.
Pengamanan super ketat diterapkan oleh Brimob dan Satpolairud Poldasu. Setiap kendaraan dan orang yang masuk diperiksa. Drone pengintai juga dikerahkan untuk memastikan lokasi steril.
"Semua akses masuk pelabuhan dijaga ketat, sesuai SOP pengamanan VVIP. Kapolri dan Kepala BNN akan hadir langsung pukul 09.30 WIB," ujar salah satu perwira di lokasi.
Setelah di Belawan, rombongan Kapolri dan Kepala BNN akan langsung terbang melanjutkan konferensi pers kedua di TKP kedua yakni di Ruko Toko Muda Rezeki, Jalan Dayah Tanoh, Kec. Mutiara Timur, Kab. Pidie, Aceh, pukul 13.30 WIB yang diduga sebagai gudang atau jalur distribusi jaringan tersebut.
Di tengah gegap gempita pengungkapan 2,2 ton narkoba, warga Belawan mengaku senang atas keberhasilan aparat penegak hukum (APH) itu.
"Kami senang ada pengungkapan besar, biar anak-anak kami selamat dari narkoba," kata Jati, 52, warga Belawan.
Warga berharap, momentum kedatangan Kapolri dan Kepala BNN ini tidak hanya membersihkan Belawan dari narkoba internasional, tapi juga menjadi momentum untuk memberantas narkoba di Kecamatan Belawan yang diperkirakan menjual atau mengkonsumsi narkoba jenis sabu sabu sebanyak 2 kg perhari. (RE Maha/REM).


