DELISERDANG| Akun Instagram Bupati Deliserdang, @asriludin_tambunan, diserbu komentar kritis netizen hingga akhirnya membatasi kolom komentar di postingannya, setelah beredar video Bupati bercanda soal gaji Rp 10 juta kepada pencari kerja ditanggapi miris Ketua DPP Pujakesuma Eko Sopianto. 
Foto : Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan Saat Meminta Perhatian Para Pencari Kerja
Menurut Eko Sopianto Ketua Umum DPP Pujakesuma, hal yang disebutkan Bupati Deliserdang itu tak pada momen yang tepat dijadikan candaan. Disaat ribuan para pencari kerja itu serius dan sudah mengantri sejak pagi. Mestinya diberi makan minum atau hal hal yang menyejukkan bukan menjadikan bahan lelucon.
Banyak Pengangguran itu bencana bagi masyarakat Kabupaten Deliserdang, karena makin banyak pengangguran otomatis bermunculan penyakit penyakit masyarakat. Jadi hal ini tak etis kalau dijadikan bahan candaan oleh Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan.
"Gimana kalau kita bilang ada mantan wakil direktur rumah sakit diduga selewengkan dana Covid -19 kemarin jadi bahan becandaan juga meski diduga hal itu ada kemungkinan benar" ujar Eko.
Eko sebagai mantan Aktivis dan warga di Kabupaten Deliserdang mengaku sangat heran dengan sikap Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan yang selalu membuat ucapan yang banyak menyakiti masyarakat, seperti sebelumnya pernah juga membuat heboh dengan ucapan kalau mau jalannya diaspal harus bayar Pajak dulu, itukan sama saja dengan menekan dan mengintimidasi masyarakat.
" Jadi kalau belum bayar pajak jalan tak akan di aspal, ini kan ucapan ucapan yang tak mestinya disebut oleh seorang Kepala Daerah, " Ucap Eko.
Eko menambahkan, kalau terjadi hal sampai akun media sosial Bupati diserbu Netizen dengan menghujat ucapannya, itu hal yang wajar saja. Dan hal ini semoga menjadi peringatan kedepan untuk lebih bijak dalam ucapan kepada masyarakat.
Sebelumnya diberitakan pada Jumat (17/10/2026) malam di salah satu postingan Bupati tampak tulisan peringatan: "Komentar di kiriman ini sudah dibatasi."
Namun sebelum dibatasi, sejumlah komentar pedas sempat terekam dan viral.
Akun @badanperwakilannetizenreborn menulis sindiran yang mendapat 408 likes:
_"Ada yang mau gaji 10 juta perbulan???"_
Komentar itu langsung memicu reaksi berantai. Akun @regi.y berkomentar:
_"Org begini kok bisa terpilih ya menjadi pejabat"_ (50 likes)
Akun @alvinmaulana135 juga menulis yang mendapat 274 likes:
"Gaji lu dibercandain mau kaga?"
Bahkan ada akun @jhonsonavx yang menulis dan menandai KPK:
"@official.kpk target berikutnya selidiki nih orang, sepertinya ada yg janggal" (59 likes)
Video yang memicu kegaduhan itu sendiri berasal dari acara Job Fair di Aula Balairung, Kompleks Perkantoran Pemkab Deliserdang. Dalam video, Bupati yang mengenakan seragam khaki tampak berteriak ke kerumunan ratusan pencari kerja yang sudah antre sejak pagi dengan pertanyaan berulang: "Sepuluh juta sebulan?"
Kerumunan tampak menjawab kompak dengan teriakan yang sama sambil merekam dengan ponsel.
Konten candaan tersebut kemudian diunggah ulang oleh berbagai akun gosip dan kritik seperti @badanperwakilannetizen2 yang menyebut warga yang sudah capek-capek antre daftar kerja justru dipermainkan.
Sebelumnya juga video antrean panjang warga yang hendak mendaftar kerja di Kabupaten Deliserdang viral di media sosial Instagram dan memicu kemarahan netizen.
Video yang diunggah akun @badanperwakilannetizen2 itu menunjukkan ratusan warga, mayoritas anak muda, berbaris panjang di sebuah lokasi acara dengan tenda di latar belakang. Dalam narasi video, pengunggah menulis kekecewaan warga yang sudah capek-capek antre untuk daftar kerja namun merasa dipermainkan.
Unggahan itu viral dengan 792 ribu dilihat, 14,8 ribu likes, 1.357 komentar, dan 1.504 kali dibagikan hingga Jumat (16/10/2026) sore.
Video tersebut diambil saat acara Job Fair di Aula Balairung, Kompleks Perkantoran Pemkab Deliserdang. Dalam video yang beredar, Bupati yang mengenakan seragam khaki dan berkacamata itu berjalan dari dalam gedung menuju kerumunan ratusan pencari kerja yang sudah antre sejak pagi.
Sambil memegang selembar kertas, Bupati tampak berteriak ke arah kerumunan dengan nada keras dan berulang-ulang menyebut "Sepuluh juta sebulan?"
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Bupati Asri Ludin Tambunan terkait maksud candaan gaji Rp 10 juta tersebut, maupun alasan pembatasan kolom komentar di akun Instagram pribadinya.
Kadis Kominfostan Kabupaten Deliserdang Sandra Dewi Situmorang yang dikonfirmasi via seluler juga belum memberikan respon. ( GN)
