Banjir di sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Besitang berangsur surut, kini warga sudah meninggalkan Posko pengungsian, mereka sudah kembali ke rumah masing-masing, Selasa (13/10/2026). (Foto mol/ Lesman Simamora)
LANGKAT | Stelah dua hari dua malam air banjir sejak Minggu-Senin Oktober 2026, melanda sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, kini air sudah mulai berangsur surut, Selasa (13/10/2026).
Genangan air di Jalan negara Besitang Medan-Aceh, dan di dalam rumah serta permukiman warga sudah mulai surut, diharapkan warga bisa segera kembali pulang ke kediaman masing- masing, dan meninggalkan Posko pengungsian.
Pascabanjir, ratusan warga di beberapa desa, seperti di Desa Sekoci, Halaban, Bukit Mas, dan Kelurahan Kampung Lama, mereka terpaksa mengungsi ke rumah ibadah dan ke tempat yang lebih aman lainnya.
Kini warga yang sudah kembali ke rumah, mereka terpaksa ekstra kerja keras untuk membersihkan lantai rumah hingga pekarangan rumah mereka.
Bukan itu saja, mereka juga harus membersihkan perabotan, sopa, tempat tidur, dan lainnya, akibat terendam air banjir bercampur lumpur, ujar Ramlan AZ, 58, warga Kelurahan Kampung Lama kepada kru Metro Online, Selasa (13/10/2026).
Dikatakan, perabotan rumah yang rusak akibat banjir bandang November 2025 lalu, itu pun belum bisa diganti, tapi kini sudah datang lagi hal yang sama meski volume airnya tidak sama.
Lebih lanjut dia, ada warga yang sudah membeli baru sopa, tempat tidur dan lainnya pascabanjir 2025 lalu, tapi kini perabotan tersebut sudah rusak akibat terendam air pada Minggu-Senin (11-12/10/2026, ucapnya.
Sedihnya lagi, lanjutnya, bantuan meterial yang dikucurkan pemerintah untuk merenovasi bangunan rumah milik warga yang rusak akibat diterjang banjir 2025 lalu, namun bantuan seperti pasir yang ditumpuk di depan rumah, kini sudah hanyut disapu banjir, termasuk semen terendam air di dalam rumah, katanya.
"Bencana banjir yang berulang, itu juga membuat ekonomi warga terpuruk, apalagi saat ini tingginya harga-harga kebutuhan pokok. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun sudah susah, apalagi menyediakan dana untuk memperbaiki rumah yang rusak akibat banjir," katanya.
Ia berharap agar pemerintah pusat dan daerah memperhatikan nasib warganya, para pemimpin bangsa ini dapat segera menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat, pintanya.
"Pascabanjir kali ini tidak ada laporan korban jiwa, namun demikian jumlah kepala keluarga (KK) yang terdampak mencapai ratusan KK," ujar Ramlan.
Dia juga meminta pihak BPBD supaya aktif memantau dan monitoring atas perkembangan situasi langsung di lapangan. Dengan cuaca yang tidak menentu seperti sekarang ini, tidak tertutup kemungkinan akan terjadi lagi bencana banjir, ujarnya mengingatkan.(simamora/mp)

