![]() |
| Bupati Humbahas Oloan Paniaran Nababan menerima kedatangan PPRPI di ruang kerja Bupati Humbahas, Jumat (11/9/2026).(mol/kmnfo) |
Dalam pertemuan tersebut, Bupati didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Sabar H Purba serta Kabag Kesra Hanaya Simamora.
Sementara dari PPRPI hadir Anthony Pasaribu, Berto Pasaribu, Junjungan Pasaribu bersama sejumlah pengurus PPRPI dari Kabupaten Humbahas.
Kedatangan pengurus PPRPI tersebut untuk menyampaikan rencana program pembangunan monumen atau tugu di kawasan Tao Sipinggan, Desa Pargaulan, Kecamatan Lintongnihuta, Kabupaten Humbahas.
Sebelum menyampaikan rencana tersebut, Anthony Pasaribu menyampaikan terima kasih kepada Bupati Humbahas atas sambutan yang diberikan kepada pengurus PPRPI.
Ia menjelaskan, pembangunan monumen tersebut direncanakan sebagai bentuk penghormatan dan upaya mengenang peristiwa bersejarah terbentuknya Tao Sipinggan serta para leluhur yang membuka perkampungan Sipinggan.
Berdasarkan sejarah dan cerita yang berkembang, Sipinggan disebut sebagai tempat kelahiran Saribu Raja III (Pasaribu). Karena itu, kawasan Tao Sipinggan dinilai memiliki nilai sejarah dan budaya yang penting untuk dilestarikan dan dirawat.
Selain sebagai bagian dari sejarah keturunan marga Pasaribu, Tao Sipinggan juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya. Untuk itu, kawasan tersebut dinilai perlu mendapat perhatian dan perlindungan, baik dari pemerintah maupun keturunan marga Pasaribu.
Menanggapi rencana tersebut, Oloan Paniaran Nababan menyambut baik rencana PPRPI membangun monumen di Tao Sipinggan.
Pembangunan sebuah monumen tidak hanya membutuhkan perencanaan, tetapi juga kebersamaan, persatuan dan semangat gotong royong dari seluruh pihak yang terlibat.
“Dalam membangun monumen harus penuh dengan kebersamaan, bersatu dan semangat gotong royong. Itu salah satu kekuatan utama agar pembangunan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Oloan.
Bupati juga menekankan pentingnya dukungan serta kerja sama dengan masyarakat sekitar Tao Sipinggan. Menurutnya, keterlibatan masyarakat setempat menjadi bagian penting agar pembangunan monumen dapat berjalan dengan baik sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Rencana pembangunan monumen tersebut diharapkan tidak hanya menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah dan leluhur, tetapi juga dapat memperkuat pelestarian budaya serta membuka peluang pengembangan wisata budaya di Kabupaten Humbang Hasundutan. (as/as)

