![]() |
| Bupati Serdangbedagai H Darma Wijaya, Senin (24/8/2026).(mol/dok.Humas SPPG). |
Darma Wijaya menyampaikan hal itu di Sei Rampah, Senin (24/8/2026). Ia menekankan pentingnya penerapan konsep zero accident atau nihil kejadian fatal sebagai upaya mencegah kesalahan pangan dan kasus keracunan.
Menurutnya, seluruh pengelola SPPG harus disiplin menjalankan SOP sejak pemilihan bahan baku, proses pengolahan, pemorsian hingga makanan didistribusikan kepada penerima manfaat.
“Yang harus dilakukan adalah pengawasan bahan baku dan kualitas pangan, menjaga kebersihan serta higienitas dapur dan pekerja, kemudian memastikan keamanan kerja dan proses distribusi,” kata Darma Wijaya.
Ia juga meminta pengelola SPPG meningkatkan pengawasan kualitas bahan makanan, menerapkan standar kebersihan secara ketat dan menggunakan food safety kit untuk mendukung pemeriksaan keamanan pangan.
Darma Wijaya menegaskan, penerapan zero accident menjadi bagian penting dalam memastikan MBG berjalan aman dan tidak menimbulkan gangguan kesehatan bagi anak-anak, balita, ibu hamil maupun ibu menyusui yang menerima manfaat program.
Sementara itu, Koordinator BGN Wilayah Serdangbedagai Nurhasanah Ritonga, mengatakan pengawasan operasional SPPG terus dilakukan secara berkala.
Menurut Nurhasanah, dalam dua pekan terakhir briefing serta monitoring dan evaluasi dilakukan Kepala BGN melalui Zoom pada waktu krusial operasional dapur, yakni pukul 02.00–04.00 WIB.
“Alhamdulillah, sejauh ini 67 dapur SPPG yang sudah beroperasional di Serdangbedagai dan zero accident,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengawasan di lapangan dilakukan bersama KASPPG, pengawas gizi, pengawas keuangan dan relawan. Pemantauan mencakup seluruh tahapan, mulai persiapan hingga distribusi.
"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai SOP, aman dan tertib sehingga target zero accident dalam pelaksanaan program MBG di Serdangbedagai dapat dipertahankan," tutupnya.(HR/HR).

