-->
crossorigin="anonymous">

ADHARA; Menata (Kemauan) Rantai Pasok - Supply Chain Logistik Nasional

Sebarkan:



Oleh: Arief Poyuono SE MKom,
Komisaris PT Pelindo (Persero)

Reformasi Logistik

Reformasi logistik yang sebenarnya bukan proyek fisik, tetapi reformasi arsitektur system meliputi pre-clearance customs (data sebelum kapal berangkat), national logistics data exchange (single supply chain ledger), time-slot trucking (bukan FIFO antrean), bonded logistic hub (inventory pindah ke luar pabrik) , liability certainty (jaminan waktu delivery)

Dalam pendekatan konvensional, distribusi dipahami sebagai persoalan fisik: memindahkan barang dari pabrik ke pasar secepat dan semurah mungkin. Gudang, pelabuhan, dan transportasi ditempatkan sebagai infrastruktur logistik. 

Namun dalam ekonomi digital modern, fungsi tersebut mengalami transformasi mendasar. Distribusi tidak lagi semata aktivitas fisik, melainkan mekanisme koordinasi informasi ekonomi secara real-time. 

Yang disebut ekosistem distribusi berbasis data adalah suatu arsitektur dimana aliran barang dikendalikan oleh aliran informasi. Sistem ini menghubungkan empat komponen utama. Yaitu permintaan (demand), persediaan (inventory), produksi (production planning) dan pembiayaan (finance).

Industri Gas

Mengapa kita eksportir dan juga importir gas? Karena semua ladang gas kita sudah di offtake oleh buyer international. Mengapa kita tidak bisa jadi offtaker? Karena untuk bisa jadi offtaker, harus punya kemampuan logistic. Maklum Gas itu mudah terbakar. 

Tanpa ketersediaan teknologi logistic sangat riskan dalam pengangkutan dan penyimpanan. Itu satu contoh betapa penguasaan bisnis bisa mengontrol pemilik sumber daya. Kalau anda lihat berpuluh juta ton batubara, nikel diekspor ke luar negeri. Sebagian besar ekspor itu melalui Singapore. Mengapa? Cargo batubara dan nikel itu sangat besar. 

| Menurut World Bank Logistics Performance Index, biaya logistik Indonesia masih sekitar 23-24% PDB, jauh di atas negara industri (~8-12%). Masalah utama bukan infrastruktur fisik, melainkan dwelling time, administrasi kepabeanan, kepastian delivery. Dalam supply chain modern, late delivery lebih mahal dari tarif tinggi. Karena industri global hidup dari just-in-time production.|

Di Indonesia tidak ada BUMN/Swasta yang punya kapasitas logistic berkelas dunia itu. Jadi masih tergantung kepada asing. Makanya jangan kaget, walau kita surplus neraca perdagangan. Tetapi neraca jasa tetap aja defisit. Tentu DHE masuk ke Singapore lebih besar.

Jadi pengelola logistic international itu bagian dari ekosistem financial global. Singapore adalah hub financial global. Hampir semua pemilik raksasa logistic terhubung dengan Lembaga hedge fund yang mengelola portofolio supply chain global. Mereka mengontrol sumber daya oil and gas, mining, industry dan manufaktur, komoditas pangan.

Industri Pertanian

Ini adalah pusat logistik produk pertanian di China. Luasnya 27 hektar. Buah segar, sayuran, rempah rempah, singkong dll dari semua pusat pertanian di tampung disini. Petani dilengkapi dengan database harga internasional secara online. 

Mereka bisa lihat di hape lewat aplikasi. Setiap produk yang masuk ke pusat logistik mendapat warkat titipan barang. Namun warkat ini dapat diuangkan di bank sebesar 40% dari harga taksiran. 

Nanti setelah barang terjual petani akan dapat harga real. Mereka terima uang setelah dipotong advance 40%. Di China setiap kabupaten ada pusat logistik ini.

Apa dampaknya dengan adanya pusat logistik itu? 

Pertama: 

Industri pengolahan pertanian berkembang pesat. Para pabrik dapat kepastian pasokan dari pusat logistik. Pabrik sauce, powder chili, makanan kemasan, buah kemasan, minuman ringan, pharmasi herbal dan lain lain semua berkembang pesat. Pabrik juga kalau butuh modal kerja mereka bisa tempatkan stok produksi mereka ke pusat logistik. 

Dari stok itu mereka dapatkan uang sebesar 70%. Nanti kalau sudah terjual produknya, mereka dapat uang selisih setelah dipotong advance 70%. Jadi modal kerja efisien dan biaya stok jadi murah. Benar benar sinergi.

Kedua:

Pedagang atau eksportir tidak usah repot deal dengan petani dan khawatir soal kualitas. Karena di pusat logistik itu kualitas terjaga sesuai market demand. Pedagang juga tidak usah khawatir soal stok dan tidak perlu punya stok. Karena pusat logistik menjamin stok. Sehingga mereka dapat dengan mudah megnembangkan pasar secara efisien. Karena barang terhubung dengan sistem stokis, 

ia juga menjadi bagian dari ekosistem financial ( fund provider). Eksportir dapat dengan mudah dapat kredit ekspor. Jadi hanya moda LC mereka bisa dapatkan barang. Kredit bayar setelah LC cair.

Demikian bisnis process sistem pertanian yang berkelanjutan. Tidak ada rentenir, tidak ada tengkulak, tidak ada permainan harga ketika panen, dan petani penentu harga dan jual. Patokan international price. Hanya yang mau kerja keras berhak kaya. Rente ke laut aja. Sederhana kan?

Di Indonesia memang sulit diterapkan..Antara lain dikarenakan political will membela petani hanya sebatas retorika saja. Akibat tidak adanya ekosistem logistik ini, terjadi pemborosan sekitar 20-25% dari PDB. Itu semua income yang dipenggal oleh adanya rente dan yang dikorbankan adalah petani. Sulit politik berubah. Karena politik diongkosi oleh rente.

|Jika kita mau melakukan serangkaian perubahan yang mendasar Soal Rantai Pasok -Logistik, terutama kita harus melakukan tiga hal mendasar di bawah ini.|
Pertama:

Peningkatan atau perbaikan index Logistik. Caranya, kembali kepada angkutan massal yang murah untuk logistik, yaitu kereta api dan kapal laut. Infrastruktur kereta api harus dibangun secara luas, seperti trans sumatera, kalimantan, sulawesi dan lain lain. Perbanyak kapal dan pelabuhan feeder. 

Karena mayoritas wilayah kita adalah lautan. Membangun pusat logistik yang terintegrasi dengan sistem stokis berbagai komoditas dan produk industri. Kalau bisa satu pulau satu pusat logistik terintegrasi dengan sistem stokis dan logistik berbasis Ecommerce.

Menurut laporan penelitian, “China Logistics and Warehousing Market Outlook to 2025-Led by Growth in Road Freight Services, Improving Infrastructure and Rising Digital Innovations”, pertumbuhan industri didorong oleh terjadinya perubahan yang cepat dari gudang konvensional menjadi Warehousing marketplace and logistik. 

Ini tentu mendorong semua kawasan industri terhubung dengan warehousing marketplace and logistik. Industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) dan komoditas, seperti baja, semen, dll. Di China pengguna layanan pergudangan terbesar. Kedua terbesar adalah Pertanian, elektronik, otomotif. Tapi industri farmasi punya gudang khusus tidak dicampur dengan komoditas lain.

Apa itu warehousing market place and logistik? Tentu berbeda dengan gudang konvensional yang hanya sekedar tempat menyimpan barang. 

Warehousing market place and logistik menyediakan layanan untuk penyimpanan barang yang dikelola secara IT system. Pembeli bisa mengetahui stok barang tersedia lewat kamera CCTV yang bisa diakses secara online. Pembeli dan penjual tidak usah repot mengatur pengapalan, karena sistem warehousing dilengkapi dengan layanan logistik darat, udara maupun laut. 

Pemilik barang bisa mengakses layanan fund provider atas barang yang mereka tempatkan di warehousing market place and logistik. Resi gudang bisa diuangkan lewat bank seharga 60% dari market dan otomatis terlunasi saat barang terjual, atau dijual melalui pasar option. Jadi andai pemilik barang itu adalah petani atau industri , fasilitas warehousing market place and logistik menjamin likuiditas mereka. 

Pemilik barang tidak usah repot pasarkan barangnya. Karena warehousing market place and logistik terhubung dengan supply chain global dan mereka punya reputasi tinggi sebagai penyedia marketplace.

Kedua:

Pembangunan KEK tidak lagi berdasarkan potensi ekonomi wilayah tapi berdasarkan lingkungan strategis. Jadi yang sudah ada sebaiknya tutup aja. Nggak usah banyak banyak bangun KEK. Cukup yang berada dilintasi kapal-kapal perdagangan dunia: Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Lombok, dan Selat Makassar. 

Fokus kepada wilayah yang jadi backbone geopolitik kita saja dan bersinggungan dengan geostrategis 40% perdagangan dunia yang melintasi empat titik strategis itu. Jadikan juga KEK itu terintegrasi dengan infrastruktur Hub logistik perdagangan lokal maupun internasional.

Ketiga:

Tingkatkan belanja riset untuk inovasi dan teknologi. Tidak perlu semua riset itu dikerjakan pemerintah, Bisa saja swasta atau dunia usaha yang lakukan. Namun biaya riset di bailout oleh pemerintah setelah terbukti hasil risetnya mendukung produktivitas. Bailout tidak harus dalam bentuk uang tapi bisa saja lewat tarif dan subsidi bahan baku yang berasal dari SDA.  

Kebijakan ini akan mendorong terjadinya relokasi industri kelas menengah dan tinggi ke Indonesia. Karena kebijakan teknologi oriented. Tentu perlu segera lakukan reformasi pendidikan nasional yang fokus kepada pengembangan kreativitas dan inovasi.

Integrasi IT

Setelah semua bisnis proses secara offline kita bisa ketahui masalahnya di tiap bagiannya, sekarang saatnya mengumpulkan kemauan besar dan kemampuan kita untuk mewujudkannya dengan langkah pertama konsolidasi masalah dan integrasi solusinya.

Kita harus paham bahwa platform IT marketplace dengan platform logistik ada perbedaan besar dalam implementasinya.  Berdasarkan literasi terkait ekosistem finansial dan supply chain global. Kita akan tahu, Bahwa IT itu hanya alat. Bukan dagangan. 

Bisnis sebenarnya adalah terbentuknya ekosistem sumber daya bisnis. Dan itu terjadi karena adanya ekosistem financial. Artinya ekosistem financial itu jadi magnet terbentuknya ekosistem sumber daya. 

Kalau itu terjadi, maka akan terjadi pertumbuhan berkelanjutan. Dari sisi produsen, supply chain, termasuk jasa dan lain akan terhubungan dalam satu platform holistic terintegrasi berbasis activities A to Z

Mari kita bermimpi mewujudkan sebuah rantai pasok logistic yang terintegrasi dalam mendukung kemajuan tiap sektor perekonomian nasional. Dalam kontek Indonesia secara praksis empiris ada 18 stakeholder yang terkait logistic yang harus disatukan dalam platform diluar user dan master ownernya.

Mari kita mulai dengan sebuah platform kita sebut saja ADHARA yang bertugas memberikan solusi Rantai Pasok Logistik untuk semua pembiayaan ekspor semua komoditi. 

Dari ADHARA kita beri skema pembiayaan supply chain yang terhubung dengan perbankan dan lembaga pembiayaan lain. 

Atas rekomendasi ADHARA maka user bisa yakinkan buyer di dimanapun untuk menandatangani long term contract dengan user pelaku ekonomi. 

Jika Buyer setuju dengan syarat pembayaran 6 bulan dalam bentuk usance LC. LC tersebut mensyaratkan adanya endorsement dari Platform ADHARA untuk setiap pencairan LC. 

Atas dasar LC tersebut user/pelaku bisa mendatangi jaringan rantai pasok misalnya pakaian yang terdiri dari : pabrik tenun, pabrik tekstil dan pabrik garmen, pedagang kapas, produsen bahan kImia. 

Kepada masing masing pabrik itu user memberikan payment guarantee dalam bentuk LC yang di endorse oleh ADHARA. Sehingga user bisa memberikan Planning production , lengkap dengan timeline kepada masing masing supply chain. 
Mereka pelajari standard qualitas yang user inginkan dan juga planning production and delivery. 

Selanjutnya user bisa monitor semua proses sampai jadi pakaian siap ekspor. 
Dan memang semua on time realtime sampai pakaian bisa dikirim ke buyer dimanapun posisi tujuannya. 
Untuk business process tersebut, user hanya butuh satu orang karyawan. Kemungkinan Setiap bulan bisa ekspor 20 kontainer. 

Kondisi ini akan membuat ekonomi kita tumbuh karena kita memiliki supply chain yang terstruktur dan canggih serta lentur. 

Jika Hampir 100% supply chain industry kita adalah usaha dalam negeri sendiri untuk menghasilkan produk ekspor , maka belanja impor kita akan rendah. 

Pertumbuhan ekonomi secara ideal melahirkan ketahanan ekonomi nasional karena cadangan devisa yang terus meningkat. Tentu kita tidak ingin seperti India dan negara lainnya, dimana peningkatan ekspor diiringi oleh meningkatnya impor. 

Akibatnya sedikit saja ada goncangan ekonomi maka langsung negara tersebut masuk dalam wilayah krisis. Hal ini karena negara lemah dalam hal supply chain. 

Itu sebabnya pelaku bisnis hanya akan jalankan bisnis karena didukung oleh kehebatan system supply chain dan dukungan skema pembiayaan dari pemerintah nya. 

Makanya jangan kaget hampir semua pabrik nantinya yang melakukan ekspor sebetulnya yang marketing orang orang yang berbisnis seperti selayaknya. Dan itu datang dari seluruh dunia.

Profesor Zheng Yusheng berpendapat bahwa cara yang tepat untuk mengukur daya saing manufaktur tidak dengan membandingkan biaya tenaga kerja saja, namun dengan membandingkan rantai pasokan (supply chain). 

Semakin handal supply chain maka semakin efisien proses produksi tersebut. Seandainya Efisiensi supply chain kita telah mencapai 50%. Makanya mereka bisa bersaing dengan negara lain. Kehandalan Supply chain inilah yang membuat ribuan pabrikan berkelas dunia dari mancanegara berdatangan ke negara kita untuk membangun pabrik ( pusat produksi) atau memanfaatkan industri untuk menjadi agen pemasaran di seluruh dunia.

Sehingga dimanapun supply chain berada tidak akan menghambat kelancaran logistic, kita bisa menerapkan kawasan industri khusus sesuai dengan potensi wilayah untuk menjadi supply chain industry. 

Dengan memperbanyak kawasan ekonomi khusus yang sesuai dengan potensi wilayah dan menjadi mata rantai supply industri yang menghasilkan downstream industri yang luas tidak partial tapi comprehensive dan integrated, indonesia centris. 

Membangun memang seharusnya by design dan fokus kepada hasil bukan pragmatis. Saya yakin hanya masalah waktu kita akan lebih hebat dari negara manapun. (**RS)




Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini