![]() |
| Jaringan transmisi SUTET yang roboh, Sabtu (6/6/2026).(mol/dok.warga) |
Sementara itu, Manager Perusahaan Listrik Negara (PLN) ULP Seirampah, Andre Ginting, menjelaskan gangguan terjadi Kamis (4/6/2026) malam saat cuaca buruk melanda sejumlah daerah di Sumatera Utara.
Menurutnya, robohnya dua tower transmisi tersebut menyebabkan sistem kelistrikan Sumatera Utara dan Aceh terpisah dari Sistem Sumatera, sehingga berdampak pada terganggunya pasokan listrik di berbagai wilayah.
“Akibat kejadian tersebut, sistem kelistrikan Sumut-Aceh terpisah dari Sistem Sumatera sehingga berdampak pada pasokan listrik di sejumlah wilayah,” ujarnya.
Lanjutnya, PLN saat ini tengah melakukan langkah pemulihan dengan mengoptimalkan pembangkit listrik yang masih beroperasi guna mempercepat penormalan pasokan listrik kepada pelanggan. Selain itu, PLN juga mengerahkan tower darurat (emergency tower) ke lokasi terdampak untuk menggantikan sementara infrastruktur yang rusak.
Upaya tersebut dilakukan agar jaringan sistem kelistrikan Sumatera bagian utara dapat kembali terhubung dengan Sistem Sumatera secara normal.
Andre menegaskan seluruh sumber daya telah dikerahkan untuk mempercepat proses pemulihan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan yang terjadi.
“Atas kondisi ini, kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. PLN terus bekerja maksimal agar pasokan listrik dapat segera pulih,” katanya.
Hingga saat ini, sebut Andre, proses perbaikan dan pemulihan jaringan masih berlangsung, juga mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar menunggu normalisasi sistem kelistrikan.(HR/HR)

