![]() |
| Dokumen foto Plt Kepala SMP Negeri 1 Medan Hj Rohanim. (mol/kmnfo) |
Salah satu implementasinya terlihat di SMP Negeri 1 Medan. Program yang mulai berjalan sejak akhir 2025 ini menghadirkan sistem pembelajaran modern yang berbeda dari kelas konvensional, dengan pendekatan interaktif dan berbasis teknologi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMP Negeri 1 Medan Hj Rohanim, Kamis (11/6/2026) mengatakan, Kelas Digital dirancang tidak sekadar menghadirkan perangkat teknologi, tetapi juga mengubah pola belajar mengajar agar lebih efektif dan relevan dengan perkembangan zaman.
“Kelas Digital ini kita fokuskan untuk siswa kelas 8. Proses seleksinya terbuka untuk seluruh siswa, sehingga semua punya kesempatan yang sama,” ujar Hj. Rohanim saat ditemui di sekolah tersebut.
Dari proses seleksi tersebut, sebanyak 32 siswa terpilih untuk mengikuti pembelajaran di Kelas Digital. Tidak hanya siswa, guru yang mengajar di kelas ini juga harus melalui seleksi ketat guna memastikan kompetensi dalam pembelajaran berbasis digital.
Meski pada awalnya terdapat persyaratan kepemilikan gawai pribadi, pihak sekolah memastikan hal tersebut tidak menjadi kendala. Siswa yang tidak memiliki perangkat tetap difasilitasi melalui penggunaan komputer yang tersedia di sekolah.
Perbedaan Kelas Digital dengan kelas reguler tampak jelas dari fasilitas dan metode pembelajaran yang diterapkan. Ruang kelas dirancang kedap suara untuk menjaga konsentrasi belajar, serta dilengkapi pendingin ruangan (AC) dan perangkat Interactive Flat Panel (IFP) atau papan tulis digital.
Seluruh proses pembelajaran berlangsung secara paperless. Materi, tugas, hingga evaluasi dilakukan secara digital, sehingga penggunaan kertas diminimalisasi dan siswa terbiasa dengan ekosistem teknologi.
“Anak-anak lebih nyaman, lebih fokus, dan semangat belajarnya meningkat. Ini terlihat dari hasil evaluasi yang kami lakukan secara berkala,” ungkapnya.
Saat ini, SMP Negeri 1 Medan telah memiliki tiga unit IFP, terdiri dari dua bantuan pemerintah pusat dan satu dari Pemko Medan. Dengan fasilitas tersebut, sekolah mulai merancang pengembangan Kelas Digital secara mandiri.
Hj Rohanim menegaskan, pihaknya menargetkan penambahan ruang Kelas Digital agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh siswa.
“Kami ingin terus berkembang, tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi juga berupaya mandiri untuk menciptakan lebih banyak ruang belajar digital,” pungkasnya.
Program Kelas Digital di SMP Negeri 1 Medan bagian dari proyek percontohan (piloting) yang dijalankan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Medan dalam mendorong transformasi pendidikan.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Medan Prayogi menambahkan, program dimaksufld dirancang untuk menjawab tantangan era digital sekaligus menyelaraskan sistem pembelajaran di sekolah dengan perkembangan teknologi.
“Pembelajaran smart class ini kita arahkan agar sistem instruksional di sekolah bisa berjalan selaras dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Dalam implementasinya, konsep paperless didukung melalui pemanfaatan platform Learning Management System (LMS). Buku paket dialihkan ke format digital, dan penggunaan buku tulis konvensional ditekan secara signifikan.
Program tersebut telah diterapkan di puluhan sekolah percontohan di Kota Medan, dengan menyasar siswa kelas 8 SMP. Pemilihan jenjang tersebut dilakukan agar sekolah memiliki waktu untuk memetakan kemampuan siswa sebelum dilakukan seleksi internal.
Selain itu, keputusan akhir keikutsertaan siswa tetap berada di tangan orang tua. Sekolah terlebih dahulu melakukan sosialisasi sebelum menetapkan siswa masuk ke Kelas Digital. (RobS/RS)

