![]() |
| Lansia Khairani Batubara, warga Kabupaten Tapteng korban banjir 2025 berharap bantuan dari pemerintah. (mol/yas). |
TAPTENG | Seorang warga lanjut usia (Lansia), Khairani Batubara, 76, warga Lingkungan II, Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), mengaku belum pernah menerima bantuan yang diharapkan setelah rumahnya terdampak banjir akibat bencana alam, akhir November 2025.
Saat ditemui kru Metro-Online, Selasa (30/6/2026), Khairani tak kuasa menahan air mata ketika menceritakan kondisi yang dialaminya. Ia mengaku tinggal seorang diri di rumah, sementara anak-anaknya bekerja di luar, sehingga harus menghadapi musibah tersebut tanpa pendampingan keluarga.
Menurut penuturannya, banjir yang melanda wilayahnya pada tahun lalu merendam rumah hingga mencapai ketinggian sekitar satu meter. Akibatnya, sejumlah bagian rumah seperti pintu, kamar dan dapur mengalami kerusakan.
"Saya tinggal sendiri di rumah. Waktu banjir, rumah saya terendam sampai sekitar satu meter. Pintu, kamar dan dapur rusak. Sudah beberapa kali didata dan difoto, tetapi sampai sekarang saya belum pernah menerima bantuan apa pun, baik sembako maupun bantuan lainnya," ujar Khairani sambil menangis.
Ia juga mengaku prihatin karena melihat sejumlah warga lain telah menerima bantuan berupa beras, minyak goreng maupun bantuan lainnya, sedangkan dirinya belum pernah menerima bantuan serupa.
"Saya hanya bisa menerima bantuan dari keluarga dan tetangga yang merasa kasihan kepada saya," ungkapnya.
Khairani juga menceritakan bahwa saat banjir susulan beberapa waktu lalu, kondisi di Lingkungan II Kelurahan Lopian kembali tergenang. Menurutnya, belum adanya normalisasi sungai menyebabkan kawasan tersebut mudah dilanda banjir ketika hujan turun.
Dalam upaya menyelamatkan barang-barangnya saat banjir, Khairani mengaku tanpa sengaja menginjak pecahan kaca hingga mengalami luka pada kaki dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
"Sekarang saya sudah sembuh. Tapi saya berharap pemerintah memperhatikan kondisi saya," katanya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, khususnya Bupati, Wakil Bupati, serta instansi terkait dapat menindaklanjuti persoalan yang dialaminya.
"Saya mohon kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati agar membantu saya. Kalau memang data saya sudah masuk, saya berharap hak saya sebagai korban bencana bisa diberikan," harapnya.
Sementara itu, Kepala Lingkungan (Kepling) setempat saat dikonfirmasi oleh kru Metro-Online melalui sambungan telepon menjelaskan bahwa data Khairani telah disampaikan kepada pihak terkait.
Menurutnya, bantuan beras telah disalurkan sesuai data yang ada. Ia juga mengaku beberapa kali menanyakan perkembangan bantuan untuk Khairani kepada pihak terkait, namun hingga kini masih diminta untuk bersabar.
Informasi mengenai keluhan tersebut juga telah disampaikan kepada Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah, Ardi, serta Asisten I Pemkab Tapanuli Tengah, Marbun.
Berdasarkan hasil konfirmasi Metro-Online, pihak terkait menyatakan akan melakukan pengecekan terhadap data dan administrasi yang berkaitan dengan bantuan yang dimaksud agar dapat diketahui penyebab belum diterimanya bantuan oleh yang bersangkutan.(YAS/REM).

