![]() |
| Penerima manfaat sedang menyantap MBG yang disalurkan melalui SPPG Kota Galuh 2 Kecamatan Perbaungan, Rabu (1/4/2026).(mol/RG) |
Penyaluran ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di wilayah tersebut.
Kepala SPPG Kota Galuh 2 Nadia Pratiwi, Rabu (1/4/2026), mengatakan kegiatan penyaluran kembali dimulai, Selasa (31/3/2026) dengan menyasar delapan sekolah serta kelompok penerima manfaat lainnya di Kecamatan Perbaungan.
“Hari ini dapur telah kembali beroperasi untuk menyalurkan sebanyak 2.837 porsi MBG kepada para penerima manfaat,” ujarnya.
Sebelum operasional dimulai, seluruh relawan dan mitra SPPG terlebih dahulu melaksanakan kegiatan korve untuk membersihkan peralatan dapur serta memastikan kebersihan dan keamanan lingkungan kerja. Selain itu, dilakukan pembekalan kepada seluruh tim terkait standar pelaksanaan program agar kegiatan berjalan optimal, higienis, dan sesuai ketentuan.
Nadia menambahkan, Sabtu (4/4/2026) mendatang SPPG Kota Galuh 2 akan menggelar kegiatan halal bihalal yang melibatkan relawan, staf, dan mitra kerja guna mempererat silaturahmi serta memperkuat koordinasi dalam menjalankan program MBG.
Dengan kembali beroperasinya dapur SPPG, diharapkan program ini dapat terus memberikan dampak positif dalam meningkatkan status gizi masyarakat, mendukung konsentrasi belajar siswa, serta membantu pemenuhan kebutuhan nutrisi secara berkelanjutan.
Sementara itu, Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Serdangbedagai, Nurhasanah Ritonga, menyampaikan seluruh dapur SPPG program MBG di Kabupaten Serdangbedagai telah kembali operasional usai libur Idulfitri.
Ia menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 60 dapur SPPG di Serdangbedagai, meski satu dapur yakni SPPG Sei Rampah di Jalan Lintas Medan–Tebing Tinggi masih diberhentikan sementara oleh pihak BGN.
“Terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, berdasarkan arahan terakhir pimpinan Badan Gizi Nasional, saat ini formula menu yang digunakan adalah menu basah (omprengan), sementara menu kering untuk sementara ditiadakan,” jelasnya.
Untuk pendistribusian, lanjutnya, dilakukan setiap hari Senin hingga Sabtu dan tidak dilaksanakan pada hari libur nasional.
Nurhasanah menambahkan, pelaksanaan program di Serdangbedagai saat ini masih mengacu pada arahan terakhir dari pimpinan BGN, mengingat petunjuk teknis terbaru secara resmi belum diterbitkan.
“Apabila nantinya terdapat pembaruan juknis atau kebijakan lanjutan, tentu akan segera kami tindaklanjuti dan sesuaikan di daerah,” tutupnya. (HR/HR)

