![]() |
| Kajari Medan Ridwan Sujana Angsar (kanan) didampingi Kasi Intel Valentino Harry Parluhutan Manurung. (mol/roberts) |
Penegasan itu diungkapkan Ridwan Sujana menjawab pertanyaan wartawan terkait adanya tudingan miring sepihak, baru-baru ini.
“Karier kami seperti sekarang ini justru karena dukungan dari rekan-rekan media,” tegasnya didampingi Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Valentino Harry Parluhutan Manurung dan Kasi Pidana Umum (Pidum) Zulkarnain Harahap.
Dua bulan menjadi orang nomor satu di Kejari tipe A tersebut, ia fokus pada pembenahan internal. “Bagaimana saya mau mapping, ketika tidak tahu bagaimana keadaan ‘rumah’ kita?”
Untuk keperluan konfirmasi, kawan-kawan media bisa menanyakannya ke Kasi Intel, sebagai Juru Bicara di Kejari,” sambungnya.
Hanya saja bila kemudian ada keinginan dari media untuk berkantor sekretariat di lingkungan Kejari Medan, tidak diakomodir kemudian dituding seolah ‘alergi’ dengan rekan-rekan media, kurang tepat. Sebagai gambaran, untuk lahan parkir saja sudah sangat terbatas.
“Penegasan kembali, kami tidak alergi dengan rekan-rekan media dan tidak antikritik. Kami juga punya keterbatasan. Ketika kami tidak bisa akomodir, gimana bisa caranya kami bisa mengakomodirnya?
Ketika dalam nomenklatur tidak ada anggaran untuk itu (kantor sekretariat para jurnalis) mau dari mana dananya?” urai Ridwan Sujana Angsar.
Dugaan Korupsi
Ketika disinggung tentang adanya ‘kerinduan’ mendalam awak media tentang pemberitaan penanganan perkara-perkara dugaan korupsi dan tangkapan buronan Kejari Medan, timpalnya, dalam waktu bakal ada perkara dugaan korupsi yang akan diekspos ke awak media.
“Sedang berproses. Sementara belum bisa kita ekspos ke rekan-rekan media. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita akan ekspos, pungkas mantan Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten yang berkedudukan di Kota Serang itu. (ROBERTS/RS)

