![]() |
| Pascaoperasi Pomal pengendara sepedamotor dan mobil melintas tenang di kawasan Simpang Canang tanpa khawatir akan adanya Pungli. |
MEDAN | Pascaoperasi tangkap penjahat oleh Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) Koderal 1, aksi pungutan liar (Pungli) di Simpang Canang, Belawan, kosong, Sabtu (19/4/2026).
Padahal, biasanya belasan pria kerap melakukan pungli di persimpangan itu terhadap supir mobil pengangkut barang dan akan diganggu jika tidak memberi.
"Hari ini kami aman dari para pungli di Simpang Canang dan semoga kondisi ini terus berlanjut," kata Rudi Hutajulu, supir truk.
Terlihat, pengendara sepedamotor dan mobil dapat melintas dengan tenang di kawasan Simpang Canang tanpa khawatir akan adanya Pungli.
Sebelumnya, Anggota Komisi 1 DPRD Kota Medan Saipul Bahri, SE mengapresiasi tindakan dan upaya Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) Koderal 1 Belawan untuk terus memburu dan menangkap semua penjahat yang meresahkan masyarakat dan pengusaha di Belawan, Jumat (17/4/2026).
"Saya mewakili masyarakat Belawan mengucapkan terimakasih dan mendukung tindakan Pomal sebab ulah para penjahat itu sudah sangat meresahkan warga dan pengusaha," katanya.
Bahkan sebagai bentuk dukungan terhadap tindakan tegas dari personil TNI AL berbaret biru, Lembaga Asli Anak Belawan (LAAB) memberi papan bunga dan dipajangkan di depan Mako Pomal Koderal 1, Belawan.
Kadispen Koderal 1 Kolonel Laut (S) Wahyu Kurniawan membenarkan, Pomal Koderal 1 sedang melakukan operasi penangkapan terhadap sejumlah penjahan selama ini meresahkan masyarakat.
"Kita hanya ingin menyahuti laporan masyarakat Belawan baik yang disampaikan langsung atau melalui surat," katanya.
Selain itu, masih kata Wahyu, pihaknya selalu berkoordinasi dengan polisi dan telah mendapat dukungan dari Walikota Medan dan Gubernur Sumut.
"Jadi kita bukan mau mengambil alih tugas Polres Pelabuhan Belawan," tegasnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Pelabuhan Belawan AKP Edi Suranta mengatakan, pihak telah menerima semua orang yang ditangkap Pomal untuk selanjutnya diproses sesuai dengan hukum.
"Para terduga itu telah kita terima dan sedang diproses sesuai dengan kasusnya," ujar alumnus SMAN Labuhan Deli, itu. (RE Maha/REM).

