![]() |
| Pipa pembuangan limbah PT ABS terlihat di tanggul Sungai Deli, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan. (mol/rustam). |
MEDAN | Walau sudah ditinjau petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan PT Ayu Bumi Sejati (ABS) masih buang limbah ke Sungai Deli, Rabu (29/4/2026).
Akibatnya, warga kecewa dengan kinerja DLH Kota Medan yang diduga tidak tegas dalam menjaga keselamatan lingkungan.
Sebagaimana diketahui, DLH Kota Medan bersama aparatur pemerintah Kecamatan Medan Labuhan, Senin (27/4/2026) datang ke lokasi meninjau pipa pembuangan air limbah PT ABS di
Jalan KL Yos Sudarso, Lingkungan 31, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan.
"Kami meminta PT ABS berhenti membuang limbah ke sungai sebelum ada keputusan limbah yang dibuang itu berbahaya atau tidak," kata Umar, seorang nelayan.
Dikhawatirkan, limbah PT ABS akan mengakibatkan berkurangnya bibit ikan di sungai maupun laut. Sehingga bisa mengganggu jumlah penghasilan nelayan.
Seorang warga, Indah dalam facebooknya mengaku sangat khawatir dengan keberadaan pipa pembuangan limbah PT ABS dan berharap agar Walikota Medan dan Komisi IV DPRD Kota Medan segera bertindak.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Medan Zulham Efendi mengatakan, pihaknya sudah sudah menghubungi pihak terkait masalah itu. "DLH Sudah ke lokasi," katanya.
Pantauan di lapangan, sejumlah pekerjaan mulai memperbaiki tanggu Sungai Deli yang belakangan ini tergerus akibat pipa pembuangan limbah PT ABS.
Namun, pekerjaan dinilai lambat karena dikerjakan tidak dengan cara maksimal.
Berita sebelumnya, limbah yang dibuang pabrik pengolah hasil laut dalam bentuk cair dan disalurkan melalui pipa ukuran enam inci ke Sungai Deli yang persis berada di belakang pabrik.
Menurut keterangan warga, limbah cair yang berbau tidak sedap dan berbusa itu dibuang setiap hari.
"Pipa itu sudah lama terpasang namun tidak pernah diperhatikan pemerintah dan aparat penegak hukum," kata warga minta namanya tidak disebutkan.
Selain itu, akibat adanya pipa itu, tanah sekitar benteng Sungai Deli tergerus dan terancam jebol jika debit air sungai naik tinggi.
"Kami sangat khawatir benteng sungai ini jebol," ujar sumber.
Belum dapat dipastikan limbah itu berbahaya atau tidak namun warga berharap pemerintah dan APH bertindak mengingat ketakutan tanggul sungai mulai mengkhawatirkan.
Guna kepentingan konfirmasi, Humas PT ABS tidak bisa dijumpai.
"Humas belum bisa dijumpai tinggalkan saja nomor telepon nanti dihubungi," kata Jeffry, petugas keamanan pabrik.
Namun hingga berita ini diturunkan, Humas dimaksud tidak ada menelepon. (RE Maha/REM).

